SENIN, 29 NOVEMBER 2010, 09:37 WIB
Indra Darmawan
VIVAnews - Walaupun peradaban manusia dan ilmu pengetahuan sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat, namun beberapa beberapa hal masih menyisakan pertanyaan dan teka-teki.
Berikut ini adalah misteri-misteri dikompilasi oleh situs LiveSience, yang hingga kini masih belum bisa dipecahkan oleh 'pisau bedah' ilmu pengetahuan murni.
9. Apa yang terjadi saat gempa bumi terjadi?
Hingga kini manusia masih belum mengetahui apa yang terjadi ketika gempa bumi berlangsung. Padahal gempa bumi terjadi di dalam perut planet bumi, tepat di bawah kaki kita sendiri.
Hingga kini para pakar hanya bisa menjelaskan dari mana gempa bersumber dan patahan apa yang terlibat dalam peristiwa gempa tersebut, atau mungkin hanya memprediksi sampai kapan gempa susulan akan berlangsung.
Namun sampai kini mereka tak bisa secara pasti menjelaskan apa yang terjadi di dalam bumi ketika gempa berlangsung. Sifat dan perilaku kekuatan yang membuat patahan-patahan terus bergerak hingga kemudian akhirnya terjadi gempa hingga kini masih menjadi misteri.
"Masalah pergeseran pada gempa adalah salah satu hal yang paling dasar dari semua ilmu tentang kebumian. Namun itu masih menjadi cerita misteri yang berusia 30 tahun, yang belum terpecahkan," ujar Tom Heaton, seorang pakar geofisika dari Caltech.
8. Siapa Anda?
Kesadaran alamiah yang dimiliki manusia selama ini, masih membingungkan bagi para psikolog dan ilmuwan di bidang kognitif. Bagian dari jawaban pertanyaan mendasar di atas ada yang menjawab dengan sederhana: sesuatu yang memicu kita melakukan sesuatu, sudah menyatu dengan jaringan syaraf manusia.
Walaupun kita mengira bahwa apa yang kita lakukan adalah kehendak bebas, namun setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia juga dipengaruhi oleh proses tak sadar dan lingkungan sekitar.
Dan, bagaimana kita membuat sebuah keputusan secara sadar sehingga membuat manusia memiliki akal selain jiwa? Nah ini yang masih menjadi misteri.
7. Bagaimana kehidupan bisa terjadi di bumi?
Manusia telah menemukan bukti-bukti awal tentang adanya kehidupan kuman sederhana di bumi sejak sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Namun, bagaimana kemudian kejadian awal dari kehidupan mahluk lain di bumi, hingga kini belum diketahui.
"Banyak teori dari asal kehidupan yang ditawarkan, namun sangat sulit untuk diterima dan dibuktikannya." kata Diana Northup, Cave Biologist dari University of New Mexico.
6. Bagaimana otak bekerja?
Hingga kini, belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana otak manusia bekerja. Dengan miliaran neuron dan masing-masing neuron memiliki ribuan koneksi, otak memang sangat sulit untuk diteliti.
"Kita semua berfikir bahwa kita bisa memahami otak kita, setidaknya melalui pengalaman kita sendiri. Padahal, pengalaman subyektif kita adalah panduan yang minim untuk menentukan bagaimana otak bekerja," ujar Scott Huettel, pakar dari Center for Cognitive Neuroscience dari Duke University.
Hingga kini peneliti belum bisa menentukan bagaimana neuron-neuron membentuk jaringan fungsional ketika manusia sedang belajar, mengingat, atau melakukan aktivitas lainnya, termasuk saat melihat, mendengar, bergerak, atau saat tengah dimabuk cinta.
5. Di mana bagian alam semesta lainnya?
Manusia memiliki banyak keterbatasan saat hendak meneliti alam semesta. "Itu disebut juga sisi kelam dari alam semesta," kata Michael Turner, seorang pakar kosmologi dari University of Chicago. Menurut dia misteri terbesar dari alam semesta adalah materi gelap dan energi gelap.
Walaupun para peneliti berusaha keras untuk mengeksplorasi hingga ke luar angkasa yang terjauh dan ke perut bumi yang terdalam, namun, diperkirakan baru 4 persen dari materi dan energi yang ditemukan. Sementara 96 persen lainnya masih belum bisa diketahui.
4. Apa yang menyebabkan gravitasi?
Walaupun gravitasi telah dipelajari sejak zaman Newton, namun bidang ini masih sedikit sekali diketahui oleh manusia. Gravitas tidak bisa dijelaskan oleh mode standar fisika. Para teoretisi meyakini gravitasi mungkin ada kaitannya dengan partikel kecil yang tak bermassa bernama graviton yang menimbulkan gaya gravitasi.
"Gravitasi sama sekali berbeda dengan gaya lain yang bisa dideskripsikan dalam model standar," kata Mark Jackson, pakar fisika teori dari Fermilab di Illinois AS."Saat Anda mengerjakan perhitungan interaksi gravitasional kecil, maka Anda akan mendapat jawaban yang ngawur. Matematika sama sekali tak bisa bekerja," kata dia.
3. Benarkah ada Teori Segalanya?
Para pakar biasanya memiliki standar model yang cukup baik untuk mendefinisikan segala sesuatu di alam semesta hingga ke bagian partikel terkecil, mulai dari magnetisme hingga ke atom-atom yang menyusunnya dan bagaimana mereka bisa tetap stabil.
Model standar ini memandang partikel-partikel menjadi titik-titik yang sangat kecil, yang beberapa di antaranya mengandung gaya dasar. Hanya saja, kelemahan dari model standar tadi, adalah kegagalannya untuk melakukan perhitungan terhadap gravitasi dan energi yang sangat tinggi.
Nah, bila ada sebuah teori yang bisa secara konsisten menyertakan dua hal tadi ke dalam pemodelannya, maka teori fisika yang universal akan benar-benar dapat terwujud. Sayangnya, banyak peneliti menganggap hal itu tak akan pernah tercapai.
2. Apakah Alien memang benar-benar ada?
Adalah sesuatu hal yang logis ketika berasumsi bahwa ada kehidupan lain selain di bumi. Sebab, unsur-unsur yang dibutuhkan bagi kehidupan terdistribusi secara luas di alam semesta.
Selain itu, sistem tata surya yang mirip dengan tata surya kita juga dijumpai di luar angkasa. "Jadi setidaknya, ada kemungkinan bahwa ada kehidupan lain di sana," kata Jill Tarter, Director of Center for SETI Research di California.
1. Bagaimana alam semesta tercipta?
Teori tentang dentuman besar yang mengawali keberadaan alam semesta sejak 13,7 miliar tahun lalu dipandang sebagai teori yang masuk akal, walaupun belum bisa langsung diuji.
Pada teori ini, segala sesuatu dimulai dengan luar angkasa yang berukuran kecil dan kemudian memuai dan berkembang menjadi besar. oleh karena proses inflasi (pemompaan). "Hingga kini kita belum mengetahui apa yang menyebabkan inflasi, atau bahkan apakah itu teori yang benar atau tidak," kata Eric Agol, seorang pakar astrofisika dari University of Washington.
Showing posts with label science. Show all posts
Showing posts with label science. Show all posts
Friday, January 14, 2011
Bagaimana Benua Afrika Terbelah?
SENIN, 13 DESEMBER 2010, 14:03 WIB Muhammad Firman
VIVAnews - Umumnya, pembentukan sungai, laut, atau gunung terjadi dalam waktu yang sangat lambat. Namun, kasus yang terjadi di Afar, kawasan utara Ethiopia, lain dari yang lain. Sebuah samudera mulai terbentuk dengan kecepatan luar biasa, untuk ukuran standar geologi.

Pada tahun 2005, Dereje Ayalew dan rekan-rekannya yang merupakan geolog dari Addis Ababa University terkejut, dan bahkan ketakutan. Bagaimana tidak, mereka baru saja turun dari helikopter dan menginjakkan kaki di dataran gurun di Ethiopia, saat bumi yang mereka pijak berguncang.
Sontak, pilot berteriak memanggil mereka kembali ke helikopter, dan benar saja. Seketika itu Bumi terbelah. Retakan tanah membuka dengan cepat dan bergerak menuju ke arah peneliti layaknya ritsleting yang membuka.
Setelah beberapa saat, tanah berhenti bergerak dan setelah pulih dari keterkejutannya, Ayalew dan rekan-rekannya menyadari bahwa mereka baru saja menyaksikan sejarah. Untuk pertamakalinya, manusia dapat menyaksikan tahap pertama lahirnya sebuah samudera.
Fenomena Abnormal
Normalnya, perubahan yang terjadi pada permukaan Bumi nyaris tidak kentara. Seumur hidup manusia terlalu singkat untuk menyaksikan sungai berbelok arah, gunung bertambah tinggi, atau terbukanya lembah baru.
Akan tetapi, di Afar, dalam beberapa bulan muncul ratusan celah yang memisahkan dasar gurun. Di saat yang sama, ilmuwan mendapati kenaikan ketinggian magma dari dalam Bumi semakin mendekati permukaan tanah.
Magma ini nantinya akan membentuk basal yang menjadi dasar samudera. Secara geologi, Seperti dikutip dari Spiegel, 13 Desember 2010, tak lama kemudian air dari Laut Merah akan memenuhi kawasan yang turun tersebut. Samudera akan lahir dan memecah Afrika.
Fenomena dramatis yang disaksikan Ayalew dan rekan-rekannya di gurun pasir Afar pada 26 September 2005 lalu merupakan bukti nyata proses itu. Terbukanya celah diikuti gempa bumi yang berlangsung terus menerus selama seminggu.
Dalam beberapa bulan kemudian, ratusan celah lain muncul di tanah, menyebar di kawasan seluas sekitar 900 kilometer persegi. “Bumi tidak berhenti bergerak setelahnya,” kata Tim Wright, geofisikawan dari University of Oxford. “Tanah masih terus terbelah dan tenggelam. Gempa bumi kecil masih terus mengguncang kawasan itu,” ucapnya.

Segitiga Afar, yang memotong Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti, merupakan retakan terbesar di Bumi. Di bawahnya, ada tiga lempeng tektonik di mana lempeng Afrika dan Arab semakin menjauh dengan kecepatan 1 sampai 2 sentimeter per tahun. Ketika dua lempeng bergerak menjauh, tanah di atasnya anjlok dan menyediakan ruang untuk menampung air dari Laut Merah.
Pergerakan Tektonik
Lempeng bumi yang terus bergerak mengakibatkan Segitiga Afar tenggelam dengan cepat. Bagian tertentu sudah turun hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini, dataran tinggi yang mengelilingi penurunan Afar masih mampu mencegah air dari Laut Merah masuk ke kawasan ini. Akan tetapi, erosi dan pergerakan lempeng tektonik terus menurunkan ketinggian benteng alami tersebut. Belum lagi banjir yang rutin melanda kawasan itu.

Sumber magma Afrika adalah sebuah aliran batuan lunak raksasa di perut Bumi dan memotong melintasi benua Afrika. Proses pergerakan magma ini dimulai sekitar 30 juta tahun lalu saat pertamakali lava berhasil mencapai lempeng benua dan kemudian memisahkan semenanjung Arab dengan Afrika dan menghasilkan Laut Merah.
Rangkaian gunung berapi yang berjajar sepanjang sekitar 6 ribu kilometer di bagian timur Afrika juga memberikan bukti bahwa benua Afrika sedang terbelah. Di beberapa bagian, kerak bumi sudah mulai terbuka dan memungkinkan magma di bawahnya merangsak naik.
Dari Laut Merah di utara, sampai ke Mozambik di selatan, lusinan gunung berapi telah terbentuk. Gunung Kilimanjaro dan Nyiragongo merupakan dua yang terpopuler.
Menurut geofisikawan, dalam 10 juta tahun ke depan, gunung-gunung berapi aktif ini dan juga kawasan dataran di sekitar retakan-retakan Afar, pada akhirnya akan tenggelam ke dalam laut.
VIVAnews - Umumnya, pembentukan sungai, laut, atau gunung terjadi dalam waktu yang sangat lambat. Namun, kasus yang terjadi di Afar, kawasan utara Ethiopia, lain dari yang lain. Sebuah samudera mulai terbentuk dengan kecepatan luar biasa, untuk ukuran standar geologi.
Pada tahun 2005, Dereje Ayalew dan rekan-rekannya yang merupakan geolog dari Addis Ababa University terkejut, dan bahkan ketakutan. Bagaimana tidak, mereka baru saja turun dari helikopter dan menginjakkan kaki di dataran gurun di Ethiopia, saat bumi yang mereka pijak berguncang.
Sontak, pilot berteriak memanggil mereka kembali ke helikopter, dan benar saja. Seketika itu Bumi terbelah. Retakan tanah membuka dengan cepat dan bergerak menuju ke arah peneliti layaknya ritsleting yang membuka.
Setelah beberapa saat, tanah berhenti bergerak dan setelah pulih dari keterkejutannya, Ayalew dan rekan-rekannya menyadari bahwa mereka baru saja menyaksikan sejarah. Untuk pertamakalinya, manusia dapat menyaksikan tahap pertama lahirnya sebuah samudera.
Fenomena Abnormal
Normalnya, perubahan yang terjadi pada permukaan Bumi nyaris tidak kentara. Seumur hidup manusia terlalu singkat untuk menyaksikan sungai berbelok arah, gunung bertambah tinggi, atau terbukanya lembah baru.
Akan tetapi, di Afar, dalam beberapa bulan muncul ratusan celah yang memisahkan dasar gurun. Di saat yang sama, ilmuwan mendapati kenaikan ketinggian magma dari dalam Bumi semakin mendekati permukaan tanah.
Magma ini nantinya akan membentuk basal yang menjadi dasar samudera. Secara geologi, Seperti dikutip dari Spiegel, 13 Desember 2010, tak lama kemudian air dari Laut Merah akan memenuhi kawasan yang turun tersebut. Samudera akan lahir dan memecah Afrika.
Fenomena dramatis yang disaksikan Ayalew dan rekan-rekannya di gurun pasir Afar pada 26 September 2005 lalu merupakan bukti nyata proses itu. Terbukanya celah diikuti gempa bumi yang berlangsung terus menerus selama seminggu.
Dalam beberapa bulan kemudian, ratusan celah lain muncul di tanah, menyebar di kawasan seluas sekitar 900 kilometer persegi. “Bumi tidak berhenti bergerak setelahnya,” kata Tim Wright, geofisikawan dari University of Oxford. “Tanah masih terus terbelah dan tenggelam. Gempa bumi kecil masih terus mengguncang kawasan itu,” ucapnya.
Segitiga Afar, yang memotong Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti, merupakan retakan terbesar di Bumi. Di bawahnya, ada tiga lempeng tektonik di mana lempeng Afrika dan Arab semakin menjauh dengan kecepatan 1 sampai 2 sentimeter per tahun. Ketika dua lempeng bergerak menjauh, tanah di atasnya anjlok dan menyediakan ruang untuk menampung air dari Laut Merah.
Pergerakan Tektonik
Lempeng bumi yang terus bergerak mengakibatkan Segitiga Afar tenggelam dengan cepat. Bagian tertentu sudah turun hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini, dataran tinggi yang mengelilingi penurunan Afar masih mampu mencegah air dari Laut Merah masuk ke kawasan ini. Akan tetapi, erosi dan pergerakan lempeng tektonik terus menurunkan ketinggian benteng alami tersebut. Belum lagi banjir yang rutin melanda kawasan itu.
Sumber magma Afrika adalah sebuah aliran batuan lunak raksasa di perut Bumi dan memotong melintasi benua Afrika. Proses pergerakan magma ini dimulai sekitar 30 juta tahun lalu saat pertamakali lava berhasil mencapai lempeng benua dan kemudian memisahkan semenanjung Arab dengan Afrika dan menghasilkan Laut Merah.
Rangkaian gunung berapi yang berjajar sepanjang sekitar 6 ribu kilometer di bagian timur Afrika juga memberikan bukti bahwa benua Afrika sedang terbelah. Di beberapa bagian, kerak bumi sudah mulai terbuka dan memungkinkan magma di bawahnya merangsak naik.
Dari Laut Merah di utara, sampai ke Mozambik di selatan, lusinan gunung berapi telah terbentuk. Gunung Kilimanjaro dan Nyiragongo merupakan dua yang terpopuler.
Menurut geofisikawan, dalam 10 juta tahun ke depan, gunung-gunung berapi aktif ini dan juga kawasan dataran di sekitar retakan-retakan Afar, pada akhirnya akan tenggelam ke dalam laut.
Kutub Utara dan Selatan Bumi Bergeser
KAMIS, 23 DESEMBER 2010, 16:55 WIB Muhammad Firman
VIVAnews - Setiap kurang lebih 200 ribu tahun sekali, kedua kutub planet Bumi, utara dan selatan saling bergeser. Umumnya, pergeseran kedua kutub itu membutuhkan waktu ribuan tahun.
Scott Bogue, geolog dari Occidental College dan Jonathan Glen, peneliti dari US Geological Survey (USGS) yang mengamati lava di kawasan Nevada yang telah berusia 15 juta tahun.
Hasilnya, dari penelitian, mereka menemukan bahwa kutub planet Bumi pernah bergeser beberapa kali lipat lebih cepat dibanding kecepatan normal. Setidaknya satu kali.
“Saat lava mendingin, ia menyimpan catatan medan magnet Bumi,” kata Bogue, seperti dikutip dari Discovermagazine, 23 Desember 2010. “Setelah mengamati lava yang mengalami pendinginan selama 2 tahun berturut-turut, diketahui bahwa lava di kawasan itu bergeser 53 derajat dari timur ke arah utara dengan kecepatan 1 derajat setiap minggu,” ucapnya.
Awalnya, keduanya mengira ada kesalahan dalam penelitian mereka. Namun pengujian lebih mendetail mengonfirmasikan pola pergeseran tersebut. Bukti lain terjadinya pergeseran kutub terekam oleh lava yang ada di Oregon, yang telah diteliti di tahun 1985 lalu.

Catatan geologi dari medan magnet Bumi juga umumnya mengindikasikan bahwa medan magnet utara-selatan itu bergeser satu kali setiap sekitar 200 ribu tahun. Pergeseran terjadi secara lambat dan membutuhkan 4 ribu tahun untuk selesai.
Meski para ilmuwan belum memastikan apa yang membuat bergesernya kedua kutub, besi cair panas yang mampu menghantarkan listrik yang mengalir di perut bumi diperkirakan menjadi penyebabnya. Apalagi zat ini jugalah yang menimbulkan medan magnet yang ada di kutub Bumi.
Temuan ini diperkirakan akan memicu gelombang perdebatan baru. Sejumlah geolog berpendapat bahwa saat ini medan magnet juga sedang menjalani pergeseran.
Seperti dilaporkan Science News, medan magnet planet Bumi semakin melemah selama abad terakhir. Meski demikian, pergeseran medan magnet tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi kehidupan manusia.
VIVAnews - Setiap kurang lebih 200 ribu tahun sekali, kedua kutub planet Bumi, utara dan selatan saling bergeser. Umumnya, pergeseran kedua kutub itu membutuhkan waktu ribuan tahun.
Scott Bogue, geolog dari Occidental College dan Jonathan Glen, peneliti dari US Geological Survey (USGS) yang mengamati lava di kawasan Nevada yang telah berusia 15 juta tahun.
Hasilnya, dari penelitian, mereka menemukan bahwa kutub planet Bumi pernah bergeser beberapa kali lipat lebih cepat dibanding kecepatan normal. Setidaknya satu kali.
“Saat lava mendingin, ia menyimpan catatan medan magnet Bumi,” kata Bogue, seperti dikutip dari Discovermagazine, 23 Desember 2010. “Setelah mengamati lava yang mengalami pendinginan selama 2 tahun berturut-turut, diketahui bahwa lava di kawasan itu bergeser 53 derajat dari timur ke arah utara dengan kecepatan 1 derajat setiap minggu,” ucapnya.
Awalnya, keduanya mengira ada kesalahan dalam penelitian mereka. Namun pengujian lebih mendetail mengonfirmasikan pola pergeseran tersebut. Bukti lain terjadinya pergeseran kutub terekam oleh lava yang ada di Oregon, yang telah diteliti di tahun 1985 lalu.
Catatan geologi dari medan magnet Bumi juga umumnya mengindikasikan bahwa medan magnet utara-selatan itu bergeser satu kali setiap sekitar 200 ribu tahun. Pergeseran terjadi secara lambat dan membutuhkan 4 ribu tahun untuk selesai.
Meski para ilmuwan belum memastikan apa yang membuat bergesernya kedua kutub, besi cair panas yang mampu menghantarkan listrik yang mengalir di perut bumi diperkirakan menjadi penyebabnya. Apalagi zat ini jugalah yang menimbulkan medan magnet yang ada di kutub Bumi.
Temuan ini diperkirakan akan memicu gelombang perdebatan baru. Sejumlah geolog berpendapat bahwa saat ini medan magnet juga sedang menjalani pergeseran.
Seperti dilaporkan Science News, medan magnet planet Bumi semakin melemah selama abad terakhir. Meski demikian, pergeseran medan magnet tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi kehidupan manusia.
Olympus Mons, Gunung Tertinggi di Jagat Raya
JUM'AT, 31 DESEMBER 2010, 14:42 WIB Muhammad Firman
VIVAnews - Puncak gunung Everest tingginya mencapai 8.848 meter dan disepakati sebagai gunung tertinggi di planet Bumi. Akan tetapi, Everst tidak ada apa-apanya dibanding Olympus Mons, gunung yang ada di planet Mars.
Dengan tinggi hingga mencapai 14 mil, atau sekitar 22.530 meter, Olympus Mons yang merupakan gunung berapi di planet Mars saat ini juga menjadi gunung tertinggi yang pernah terdeteksi di seluruh tata surya hingga saat ini. Saking tingginya, jika seorang pendaki gunung berdiri di kaki Olympus Mons, ia tidak akan mampu melihat puncak gunung itu.
“Gunung raksasa ini diperkirakan terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya gunung-gunung di planet Bumi, yakni berdiri di titik di mana batu-batuan panas dari bagian dalam planet terlontar ke atas,” kata David Baker dan Todd Ratcliff, peneliti dari Goddard Space Flight Center dan Kennedy Space Center NASA pada laporannya, seperti dikutip dari Extremesolarsystem, 31 Desember 2010.
Meski demikian, gunung Olympus Mons masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi dengan cara yang berbeda dengan gunung berapi di planet Bumi karena planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik.
Di Bumi, sebut kedua peneliti itu, lempeng tektonik berfungsi seperti ban berjalan di atas bara yang panas. “Gunung-gunung terbentuk, mati, dan kemudian membentuk gunung baru karena lempeng bergerak di atas titik panas yang menghasilkan rangkaian gunung berapi,” sebutnya.
Dengan tidak adanya lempeng yang bergerak di planet Mars, Olympus Mons kemungkinan berada di sebuah saluran pembentuk gunung berapi untuk jangka yang sangat panjang.
Sebagai gambaran, Mars merupakan planet kecil yang berukuran hanya sekitar separuh planet Bumi. Bayangkan betapa signifikannya gunung Olympus Mons terhadap planet itu.
VIVAnews - Puncak gunung Everest tingginya mencapai 8.848 meter dan disepakati sebagai gunung tertinggi di planet Bumi. Akan tetapi, Everst tidak ada apa-apanya dibanding Olympus Mons, gunung yang ada di planet Mars.
Dengan tinggi hingga mencapai 14 mil, atau sekitar 22.530 meter, Olympus Mons yang merupakan gunung berapi di planet Mars saat ini juga menjadi gunung tertinggi yang pernah terdeteksi di seluruh tata surya hingga saat ini. Saking tingginya, jika seorang pendaki gunung berdiri di kaki Olympus Mons, ia tidak akan mampu melihat puncak gunung itu.
“Gunung raksasa ini diperkirakan terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya gunung-gunung di planet Bumi, yakni berdiri di titik di mana batu-batuan panas dari bagian dalam planet terlontar ke atas,” kata David Baker dan Todd Ratcliff, peneliti dari Goddard Space Flight Center dan Kennedy Space Center NASA pada laporannya, seperti dikutip dari Extremesolarsystem, 31 Desember 2010.
Meski demikian, gunung Olympus Mons masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi dengan cara yang berbeda dengan gunung berapi di planet Bumi karena planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik.
Di Bumi, sebut kedua peneliti itu, lempeng tektonik berfungsi seperti ban berjalan di atas bara yang panas. “Gunung-gunung terbentuk, mati, dan kemudian membentuk gunung baru karena lempeng bergerak di atas titik panas yang menghasilkan rangkaian gunung berapi,” sebutnya.
Dengan tidak adanya lempeng yang bergerak di planet Mars, Olympus Mons kemungkinan berada di sebuah saluran pembentuk gunung berapi untuk jangka yang sangat panjang.
Sebagai gambaran, Mars merupakan planet kecil yang berukuran hanya sekitar separuh planet Bumi. Bayangkan betapa signifikannya gunung Olympus Mons terhadap planet itu.
Pesawat Bisa Sebabkan Hujan Es atau Salju
SELASA, 28 DESEMBER 2010, 00:32 WIB
Muhammad Firman
VIVAnews - Anda pernah menyaksikan hujan salju atau hujan es turun di kota-kota atau di pelosok Indonesia? Ternyata, fenomena itu bukanlah hal yang aneh dan sudah ada penjelasannya. Ini dia.
Saat sedang duduk di kabin, dengan sandaran kursi berdiri tegak serta meja makan di hadapan Anda dalam posisi terkunci, pesawat yang Anda tumpangi bisa jadi sedang memicu kejadian tak lazim, misalnya seperti hujan es.
Andrew Heymsfield, mikrofisikawan dari National Center for Atmosfpheric Research di Boulder, Colorado, menemukan bahwa pesawat bisa menyebabkan lubang di awan dan mengubah cuaca daratan di bawahnya.
Seperti dikutip dari Discovermagazine, Senin 27 Desember 2010, kristal es tidak terbentuk dengan mudah. Sama halnya dengan titik-titik uap air yang tetap dalam bentuk asalnya, meskipun atmosfir di sekitarnya mencapai jauh di bawah titik beku.
Menurut Heymsfield, pesawat yang memasuki awan yang super dingin setelah mereka tinggal landas atau sebelum mendarat bisa menyebabkan gangguan yang dapat membekukan titik-titik uap air tersebut secara instan.
“Ketika mesin turboprop milik pesawat memaksa air di belakang sirip-sirip propeller atau ketika mesin jet menyebabkan udara lembab mengalir di bawah sayap agar memberi daya angkat pada pesawat, udara kemudian menyebar dan mendingin,” ujar Heymsfield.
Salah satu dari efek yang ditimbulkan pesawat itu, kata Heymsfield, bisa menurunkan temperatur udara hingga lebih dari satu derajat.
“Ini seketika akan membekukan titik-titik air di awan,” kata Heymsfield. “Titik air ini dengan cepat akan membentuk kristal es yang keluar dari awan sebagai salju,” ucapnya.
Heymsfield menyebutkan, fenomena ini sedikit menjelaskan terjadinya keterlambatan pesawat di musim dingin yang belakangan banyak terjadi.
“Efek utama dari kejadian ini adalah berubahnya curah hujan lokal,” tutur Heymsfield. “Di sekitar bandara, khususnya di musim dingin, lebih banyak salju yang turun dibandingkan di kawasan lain”.
Muhammad Firman
VIVAnews - Anda pernah menyaksikan hujan salju atau hujan es turun di kota-kota atau di pelosok Indonesia? Ternyata, fenomena itu bukanlah hal yang aneh dan sudah ada penjelasannya. Ini dia.
Saat sedang duduk di kabin, dengan sandaran kursi berdiri tegak serta meja makan di hadapan Anda dalam posisi terkunci, pesawat yang Anda tumpangi bisa jadi sedang memicu kejadian tak lazim, misalnya seperti hujan es.
Andrew Heymsfield, mikrofisikawan dari National Center for Atmosfpheric Research di Boulder, Colorado, menemukan bahwa pesawat bisa menyebabkan lubang di awan dan mengubah cuaca daratan di bawahnya.
Seperti dikutip dari Discovermagazine, Senin 27 Desember 2010, kristal es tidak terbentuk dengan mudah. Sama halnya dengan titik-titik uap air yang tetap dalam bentuk asalnya, meskipun atmosfir di sekitarnya mencapai jauh di bawah titik beku.
Menurut Heymsfield, pesawat yang memasuki awan yang super dingin setelah mereka tinggal landas atau sebelum mendarat bisa menyebabkan gangguan yang dapat membekukan titik-titik uap air tersebut secara instan.
“Ketika mesin turboprop milik pesawat memaksa air di belakang sirip-sirip propeller atau ketika mesin jet menyebabkan udara lembab mengalir di bawah sayap agar memberi daya angkat pada pesawat, udara kemudian menyebar dan mendingin,” ujar Heymsfield.
Salah satu dari efek yang ditimbulkan pesawat itu, kata Heymsfield, bisa menurunkan temperatur udara hingga lebih dari satu derajat.
“Ini seketika akan membekukan titik-titik air di awan,” kata Heymsfield. “Titik air ini dengan cepat akan membentuk kristal es yang keluar dari awan sebagai salju,” ucapnya.
Heymsfield menyebutkan, fenomena ini sedikit menjelaskan terjadinya keterlambatan pesawat di musim dingin yang belakangan banyak terjadi.
“Efek utama dari kejadian ini adalah berubahnya curah hujan lokal,” tutur Heymsfield. “Di sekitar bandara, khususnya di musim dingin, lebih banyak salju yang turun dibandingkan di kawasan lain”.
Aneh, Air Sungai Ini Berubah Hijau Terang
KAMIS, 13 JANUARI 2011, 13:38 WIB
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews -- Sungai Goldstream di Kanada 'gagal hidup' sesuai namanya yang berarti 'aliran emas' saat airnya secara aneh berubah menjadi hijau terang atau hijau neon.
Sungai yang melintasi kota Langford di British Columbia, nampak seperti hasil akhir bencana radioaktif.
Belakangan diketahui, penyebab berubahnya air sungai yang awalnya misterius itu ternyata adalah akibat dari pemakaian senyawa organik yang digunakan sebagai pewarna untuk menguji sistem air.
Namun, pejabat setempat mempertanyakan kejadian tersebut. Sebab, saat itu tak ada tes yang dilakukan.
Adalah Tyson Elder(24) dan teman-temannya yang menyusuri sungai untuk memoto elang botak atau Bald Eagles saat melihat air sungai berwarna hijau terang pada 29 Desember 2010.

"Dari kejauhan yang bisa aku lihat adalah warna hijau terang," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 12 Januari 2011. "Melihat sesuatu berwarna seterang itu sangat tak terduga dan agak mengerikan, terutama karena wilayah itu adalah tujuan wisata populer."
Pada musim dingin, tambah dia, elang-elang gundul diketahui bersarang di sekitar sungai itu, Tyson dan rekan-rekannya khawatir berubahnya warna air sungai mengancam jiwa para binatang.
Berita aliran sungai berwarna hijau neon menyebar cepat setelah Tyson mengunggah gambar itu di Twitter-nya.
Kata Tyson, saat itu, warna hijau menyebar sepanjang 400 meter selama sekitar 3 jam. Tak hanya mengambil gambar, ia dan rekannya juga merekam dan mengunggahnya ke YouTube. Video itu langsung melejit dan ditonton lebih dari 550 ribu orang.
Sebaliknya, kepala pemadam kebakaran Langford, Bob Beckett menduga, warna hijau di sungai itu adalah kerjaan orang iseng. "Itu seperti sebuah tipuan, kami akan menyelidiki kasus ini," kata dia.
Apakah pewarna hijau membahayakan? Pejabat Kesehatan Vancouver mengatakan zat fluorescein, yang juga digunakan sebagai penanda dalam prosedur medis, meski tak beracun, dapat menyebabkan reaksi alergi.
"Itu tidak memiliki toksisitas yang tinggi, tetapi dapat menyebabkan reaksi alergi," kata petugas medis, Murray Fyfe.
Sejauh ini tidak dilaporkan adanya kematian ikan atau binatang lain secara massal gara-gara sungai yang berubah jadi hijau. Menurut harian, Montreal Gazette, hanya dalam waktu satu jam, warna sungai kembali normal.
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews -- Sungai Goldstream di Kanada 'gagal hidup' sesuai namanya yang berarti 'aliran emas' saat airnya secara aneh berubah menjadi hijau terang atau hijau neon.
Sungai yang melintasi kota Langford di British Columbia, nampak seperti hasil akhir bencana radioaktif.
Belakangan diketahui, penyebab berubahnya air sungai yang awalnya misterius itu ternyata adalah akibat dari pemakaian senyawa organik yang digunakan sebagai pewarna untuk menguji sistem air.
Namun, pejabat setempat mempertanyakan kejadian tersebut. Sebab, saat itu tak ada tes yang dilakukan.
Adalah Tyson Elder(24) dan teman-temannya yang menyusuri sungai untuk memoto elang botak atau Bald Eagles saat melihat air sungai berwarna hijau terang pada 29 Desember 2010.
"Dari kejauhan yang bisa aku lihat adalah warna hijau terang," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 12 Januari 2011. "Melihat sesuatu berwarna seterang itu sangat tak terduga dan agak mengerikan, terutama karena wilayah itu adalah tujuan wisata populer."
Pada musim dingin, tambah dia, elang-elang gundul diketahui bersarang di sekitar sungai itu, Tyson dan rekan-rekannya khawatir berubahnya warna air sungai mengancam jiwa para binatang.
Berita aliran sungai berwarna hijau neon menyebar cepat setelah Tyson mengunggah gambar itu di Twitter-nya.
Kata Tyson, saat itu, warna hijau menyebar sepanjang 400 meter selama sekitar 3 jam. Tak hanya mengambil gambar, ia dan rekannya juga merekam dan mengunggahnya ke YouTube. Video itu langsung melejit dan ditonton lebih dari 550 ribu orang.
Sebaliknya, kepala pemadam kebakaran Langford, Bob Beckett menduga, warna hijau di sungai itu adalah kerjaan orang iseng. "Itu seperti sebuah tipuan, kami akan menyelidiki kasus ini," kata dia.
Apakah pewarna hijau membahayakan? Pejabat Kesehatan Vancouver mengatakan zat fluorescein, yang juga digunakan sebagai penanda dalam prosedur medis, meski tak beracun, dapat menyebabkan reaksi alergi.
"Itu tidak memiliki toksisitas yang tinggi, tetapi dapat menyebabkan reaksi alergi," kata petugas medis, Murray Fyfe.
Sejauh ini tidak dilaporkan adanya kematian ikan atau binatang lain secara massal gara-gara sungai yang berubah jadi hijau. Menurut harian, Montreal Gazette, hanya dalam waktu satu jam, warna sungai kembali normal.
Paus: Semesta Ciptaan Tuhan, Bukan Kecelakaan
JUM'AT, 7 JANUARI 2011, 08:09 WIB
Elin Yunita Kristanti
Stephen Hawking menyatakan Tuhan tak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta
VIVAnews - Dalil ilmuwan kondang, Stephen Hawking yang menyebut Tuhan tak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta disanggah pemimpin umat Katolik, Paus Benediktus.
Paus menyerukan agar umat Kristen dunia menolak ide bahwa alam semesta tercipta karena faktor kecelakaan. Kata dia, justru Tuhanlah yang berada di balik teori ilmiah kompleks soal penciptaan semesta, termasuk Big Bang.
"Alam semesta bukan sebuah hasil dari kebetulan semata, beberapa orang ingin kita percaya hal itu," kata Benediktus, seperti dimuat situs Irish Times, Jumat, 7 Januari 2011.
"Berkontemplasi tentang penciptaan alam semesta, kita diajak untuk membaca banyak pertanda: kebijaksanaan Sang Pencipta dan bahwa Tuhan tak pernah berhenti berkreasi, tanpa batas," kata Paus di depan 10 ribu orang di Basilika St. Peter.
Meski pernah menyuarakan pendapat tentang evolusi, Paus jarang menyinggung topik soal konsep penciptaan semesta, misalnya Big Bang--yang diyakini sebagian ilmuwan sebagai penyebab terbentuknya alam sekitar 13,7 miliar tahun lalu.
Teori Big Bang telah mendorong para ilmuwan dari European Laboratory for Particle Physics (CERN), pusat penelitian nuklir di Jenewa, menubrukkan proton dengan kecepatan penuh, untuk mensimulasikan kondisi terciptanya alam semesta atau Big Bang mini.
Kaum ateis berpendapat ilmu pengetahuan bisa membuktikan bahwa Tuhan tidaklah ada. Namun, Paus mengatakan berbagai teori ilmiah itu punya batasan sebab "ia hanya sampai pada suatu titik, tidak berhasil menguak arti dari sebuah realitas."
Paus berpendapat, ilmu pengetahuan tentang asal usul dan perkembangan alam semesta, juga manusia, tak bertentangan dengan keyakinan atau iman. Sains justru meninggalkan banyak pertanyaan tak terjawab.
"Dalam keindahan dunia, dalam misterinya, dalam kebesaran dan rasionalitasnya.... biarkan diri kita dibimbing menuju Allah, pencipta langit dan bumi," kata Paus.
Benediktus dan pendahulunya Paus Yohanes Paulus telah berupaya melepaskan citra gereja sebagai entitas yang anti-ilmu pengetahuan--label yang terlanjur melekat sejak gereja mengecam Galileo yang mengajarkan Bumi berputar mengelilingi Matahari.
Elin Yunita Kristanti
Stephen Hawking menyatakan Tuhan tak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta
VIVAnews - Dalil ilmuwan kondang, Stephen Hawking yang menyebut Tuhan tak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta disanggah pemimpin umat Katolik, Paus Benediktus.
Paus menyerukan agar umat Kristen dunia menolak ide bahwa alam semesta tercipta karena faktor kecelakaan. Kata dia, justru Tuhanlah yang berada di balik teori ilmiah kompleks soal penciptaan semesta, termasuk Big Bang.
"Alam semesta bukan sebuah hasil dari kebetulan semata, beberapa orang ingin kita percaya hal itu," kata Benediktus, seperti dimuat situs Irish Times, Jumat, 7 Januari 2011.
"Berkontemplasi tentang penciptaan alam semesta, kita diajak untuk membaca banyak pertanda: kebijaksanaan Sang Pencipta dan bahwa Tuhan tak pernah berhenti berkreasi, tanpa batas," kata Paus di depan 10 ribu orang di Basilika St. Peter.
Meski pernah menyuarakan pendapat tentang evolusi, Paus jarang menyinggung topik soal konsep penciptaan semesta, misalnya Big Bang--yang diyakini sebagian ilmuwan sebagai penyebab terbentuknya alam sekitar 13,7 miliar tahun lalu.
Teori Big Bang telah mendorong para ilmuwan dari European Laboratory for Particle Physics (CERN), pusat penelitian nuklir di Jenewa, menubrukkan proton dengan kecepatan penuh, untuk mensimulasikan kondisi terciptanya alam semesta atau Big Bang mini.
Kaum ateis berpendapat ilmu pengetahuan bisa membuktikan bahwa Tuhan tidaklah ada. Namun, Paus mengatakan berbagai teori ilmiah itu punya batasan sebab "ia hanya sampai pada suatu titik, tidak berhasil menguak arti dari sebuah realitas."
Paus berpendapat, ilmu pengetahuan tentang asal usul dan perkembangan alam semesta, juga manusia, tak bertentangan dengan keyakinan atau iman. Sains justru meninggalkan banyak pertanyaan tak terjawab.
"Dalam keindahan dunia, dalam misterinya, dalam kebesaran dan rasionalitasnya.... biarkan diri kita dibimbing menuju Allah, pencipta langit dan bumi," kata Paus.
Benediktus dan pendahulunya Paus Yohanes Paulus telah berupaya melepaskan citra gereja sebagai entitas yang anti-ilmu pengetahuan--label yang terlanjur melekat sejak gereja mengecam Galileo yang mengajarkan Bumi berputar mengelilingi Matahari.
Ini Gambar Langit Terbesar dalam Sejarah
RABU, 12 JANUARI 2011, 12:39 WIB
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews -- Astronom telah berhasil menyatukan gambar langit paling besar yang pernah dibuat manusia. Butuh 11 tahun untuk mewujudkannya, dan kabar baiknya, gambar ini segera bisa diakses dari komputer Anda.
Gambar raksasa yang diambil The Sloan Digital Sky Survey (SDSS) pada dasarnya adalah mozaik yang menyatukan jutaan gambar teleskop, terdiri dari 1,2 triliun piksel, meliputi sepertiga langit malam dan menangkap satu setengah miliar bintang dan galaksi.

Setiap titik kuning dalam gambar mewakili sebuah galaksi, jika titik itu diperbesar, akan terlihat struktur detil galaksi dan wilayah pembentukan bintang.
Survei langit seperti yang dilakukan Sloan adalah bagian dari tradisi yang dihormati dalam bidang astronomi.
Survei SDSS dimulai 11 tahun lalu, pada tahun 1998, menggunakan kamera digital terbesar di dunia saat itu -- 138 megapiksel detektor gambar yang dipasang di bagian belakang sebuah teleskop 2,5 meter yang terletak di Observatorium Apache Point di New Mexico.
Data dari gambar-gambar ini telah membantu proses identifikasi obyek kosmis. Data-data itu juga digunakan oleh astronom profesional dan proyek sains sipil seperti Galaxy Zoo, Google Sky dan World Wide Telescope.
Para ilmuwan akan menganalisa gambar untuk mempelajari bagaimana kita Galaksi Bima Sakti mencuri bintang-bintang dari galaksi lain yang telah mati. Juga untuk menganalisa bagaimana alam semesta terstruktur.
"Ini adalah salah satu karunia terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan," kata astronom dari New York University, Mike Blanton, yang memimpin program data di SDSS III, seperti dimuat MSNBC, 11 Januari 2011.
Data-data yang dihasilkan SDSS III diharapkan menjadi referensi penelitian langit dalam beberapa dekade mendatang.
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews -- Astronom telah berhasil menyatukan gambar langit paling besar yang pernah dibuat manusia. Butuh 11 tahun untuk mewujudkannya, dan kabar baiknya, gambar ini segera bisa diakses dari komputer Anda.
Gambar raksasa yang diambil The Sloan Digital Sky Survey (SDSS) pada dasarnya adalah mozaik yang menyatukan jutaan gambar teleskop, terdiri dari 1,2 triliun piksel, meliputi sepertiga langit malam dan menangkap satu setengah miliar bintang dan galaksi.
Setiap titik kuning dalam gambar mewakili sebuah galaksi, jika titik itu diperbesar, akan terlihat struktur detil galaksi dan wilayah pembentukan bintang.
Survei langit seperti yang dilakukan Sloan adalah bagian dari tradisi yang dihormati dalam bidang astronomi.
Survei SDSS dimulai 11 tahun lalu, pada tahun 1998, menggunakan kamera digital terbesar di dunia saat itu -- 138 megapiksel detektor gambar yang dipasang di bagian belakang sebuah teleskop 2,5 meter yang terletak di Observatorium Apache Point di New Mexico.
Data dari gambar-gambar ini telah membantu proses identifikasi obyek kosmis. Data-data itu juga digunakan oleh astronom profesional dan proyek sains sipil seperti Galaxy Zoo, Google Sky dan World Wide Telescope.
Para ilmuwan akan menganalisa gambar untuk mempelajari bagaimana kita Galaksi Bima Sakti mencuri bintang-bintang dari galaksi lain yang telah mati. Juga untuk menganalisa bagaimana alam semesta terstruktur.
"Ini adalah salah satu karunia terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan," kata astronom dari New York University, Mike Blanton, yang memimpin program data di SDSS III, seperti dimuat MSNBC, 11 Januari 2011.
Data-data yang dihasilkan SDSS III diharapkan menjadi referensi penelitian langit dalam beberapa dekade mendatang.
Fakta Mengerikan Seputar Perjalanan Angkasa
Banyak yang membayangkan perjalanan ke luar angkasa merupakan impian indah.
KAMIS, 13 JANUARI 2011, 00:11 WIB
Muhammad Firman
Perjalanan astronot di luar angkasa tak selalu menggembirakan (nasa.gov)
VIVAnews - Anda bercita-cita untuk menjadi seorang astronot? Atau memimpikan ingin berjalan-jalan ke luar angkasa? Jangan melulu bayangkan hal yang indah-indah.
Seperti dikutip dari Discovery, 12 Januari 2010, ada beberapa fakta yang "menarik" seputar kepergian ke luar Bumi itu.
Bangkai Makhluk Hidup
Penelitian dan eksplorasi ruang angkasa telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup, terutama hewan. Jika Anda mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab pengujian atas nama ilmu pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal ini.
Sejumlah misi luar angkasa awal melibatkan prosedur re-entri ke Bumi. Sayangnya, tidak seluruh pesawat ulang alik berhasil. Diperkirakan, kini banyak bangkai anjing dan simian, jenis monyet yang mirip dengan manusia, yang telah menjadi mumi terus mengorbit Bumi sampai saat ini.
Kebocoran Udara
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu. Sayangnya ia mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak diantisipasi sebelumnya.
Kakunya material kostum memaksa ia berupaya kembali ke dalam kapsul dengan susah payah. Ia terpaksa harus menurunkan tekanan di dalam kostum dengan risiko bahan kostum itu menggencetnya ke dalam.
Belum selesai sampai di situ, Voskhod, pesawat yang ia tumpangi meleset dari jalur dan mendarat di pegunungan Ural. Ia terpaksa tetap tinggal di dalam kapsul ruang angkasa tersebut di dalam sampai pertolongan tiba. Di luar, serigala lapar sudah menunggu.
Toilet
Pada 5 Mei 1961, astronot Alan Shepard lebih memilih untuk kencing di celana di pesawat Freedom 7 yang ia tumpangi. Andrew Chaikin, penulis khusus luar angkasa mendeskripsikan, perjalanan ke orbit demikian mengerikan.
Ia menuliskan bahwa toilet di ruang angkasa hanyalah berbentuk pembungkus seperti topi dengan lapisan perekat di pinggirnya. Astronot perlu mengoleskan atau memberikan lapisan anti kuman setelah ia buang hajat.
Nasihat para astronot bagi yang terpaksa memenuhi panggilan alam adalah: telanjang, siapkan waktu sekitar satu jam, dan bawa tisu banyak-banyak. Lakukan secepat mungkin sebelum urin membeku.
Dekompresi Mendadak
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.
Saat ia berada di ruang vakum, kecelakaan terjadi dan secara tidak sengaja, kostum luar angkasa yang ia gunakan kehilangan tekanan. Sebelum ia kehilangan kesadaran, yang ia rasakan adalah sensasi lembab yang ia rasakan di lidah terasa seperti mendidih.
Tidak seluruh pakar sepakat seputar gejala dekompresi mendadak. Akan tetapi, beberapa kemungkinannya adalah daging yang membengkak, darah menguap, bola mata meletus, dan pecahnya paru-paru.
Anda masih tertarik untuk pergi ke ruang angkasa dalam waktu dekat?
KAMIS, 13 JANUARI 2011, 00:11 WIB
Muhammad Firman
Perjalanan astronot di luar angkasa tak selalu menggembirakan (nasa.gov)
VIVAnews - Anda bercita-cita untuk menjadi seorang astronot? Atau memimpikan ingin berjalan-jalan ke luar angkasa? Jangan melulu bayangkan hal yang indah-indah.
Seperti dikutip dari Discovery, 12 Januari 2010, ada beberapa fakta yang "menarik" seputar kepergian ke luar Bumi itu.
Bangkai Makhluk Hidup
Penelitian dan eksplorasi ruang angkasa telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup, terutama hewan. Jika Anda mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab pengujian atas nama ilmu pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal ini.
Sejumlah misi luar angkasa awal melibatkan prosedur re-entri ke Bumi. Sayangnya, tidak seluruh pesawat ulang alik berhasil. Diperkirakan, kini banyak bangkai anjing dan simian, jenis monyet yang mirip dengan manusia, yang telah menjadi mumi terus mengorbit Bumi sampai saat ini.
Kebocoran Udara
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu. Sayangnya ia mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak diantisipasi sebelumnya.
Kakunya material kostum memaksa ia berupaya kembali ke dalam kapsul dengan susah payah. Ia terpaksa harus menurunkan tekanan di dalam kostum dengan risiko bahan kostum itu menggencetnya ke dalam.
Belum selesai sampai di situ, Voskhod, pesawat yang ia tumpangi meleset dari jalur dan mendarat di pegunungan Ural. Ia terpaksa tetap tinggal di dalam kapsul ruang angkasa tersebut di dalam sampai pertolongan tiba. Di luar, serigala lapar sudah menunggu.
Toilet
Pada 5 Mei 1961, astronot Alan Shepard lebih memilih untuk kencing di celana di pesawat Freedom 7 yang ia tumpangi. Andrew Chaikin, penulis khusus luar angkasa mendeskripsikan, perjalanan ke orbit demikian mengerikan.
Ia menuliskan bahwa toilet di ruang angkasa hanyalah berbentuk pembungkus seperti topi dengan lapisan perekat di pinggirnya. Astronot perlu mengoleskan atau memberikan lapisan anti kuman setelah ia buang hajat.
Nasihat para astronot bagi yang terpaksa memenuhi panggilan alam adalah: telanjang, siapkan waktu sekitar satu jam, dan bawa tisu banyak-banyak. Lakukan secepat mungkin sebelum urin membeku.
Dekompresi Mendadak
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.
Saat ia berada di ruang vakum, kecelakaan terjadi dan secara tidak sengaja, kostum luar angkasa yang ia gunakan kehilangan tekanan. Sebelum ia kehilangan kesadaran, yang ia rasakan adalah sensasi lembab yang ia rasakan di lidah terasa seperti mendidih.
Tidak seluruh pakar sepakat seputar gejala dekompresi mendadak. Akan tetapi, beberapa kemungkinannya adalah daging yang membengkak, darah menguap, bola mata meletus, dan pecahnya paru-paru.
Anda masih tertarik untuk pergi ke ruang angkasa dalam waktu dekat?
400 Orang Daftar Misi Berani Mati ke Mars
Perjalanan dari Bumi ke Mars diperkirakan hanya makan waktu 10 bulan.
RABU, 12 JANUARI 2011
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Planet Mars diproyeksi menjadi koloni manusia. Kelak, saat Bumi makin rusak dan tak bisa lagi dihuni. Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan sukarelawan yang berani menjadi perinti pertama di planet merah.

Perjalanan dari Bumi ke Mars diperkirakan hanya makan waktu 10 bulan, namun tak ada kesempatan untuk pulang.
Tak hanya menghadapi lingkungan Mars yang tak menentu, tanpa oksigen, tanpa air, sukarelawan juga harus siap menghadapi kondisi keterasingan, jauh dari Bumi dan manusia lainnya. Sebuah kondisi yang belum pernah dihadapi sebelumnya dalam sejarah manusia.
Adakah orang yang nekat mengajukan diri untuk misi ke Mars? Ternyata ada.
Edisi khusus Journal Cosmology menjelaskan secara detil berapa dana yang dibutuhkan untuk sekali jalan ke Mars sekitar 20 tahun mendatang. Sebanyak 400 pembaca menawarkan diri menjadi sukarelawan.
Editor jurnal, Lana Tao mengaku terkejut dengan respon para pembaca. "E-mail yang berisi keinginan menjadi sukarelawan sangat mengejutkan. Awalnya kami mengira ini hanya gurauan, namun setelah menerima banyak surat elektronik yang dilengkapi kualifikasi personal, dan alasan mereka bergabung. Kami sadar, mereka serius," kata dia, seperti dimuat situs FoxNews.com.
Apa yang membuat orang-orang ini mau jadi sukarelawan ke Mars? "Aku punya keinginan untuk menjelajahi alam semesta sejak kecil, dan tahu persis seperti apa kerja roket," kata salah satu sukarelawan, Peter Greaves kepada FoxNews.com. Greaves adalah ayah dari tiga anak.
Greaves menambahkan, "Aku membayangkan kehidupan di Mars akan sangat menakjubkan, menakutkan, sepi, sempit, dan sibuk."
"Tak seperti di Bumi, aku tak bisa lagi duduk di tepi sungai, memandang takjub pemandangan alam, memeluk teman-temanku, menarik nafas dalam di udara yang segar. Tapi pengalamanku akan sangat berbeda dari 6 atau 7 miliar orang di Bumi...ini sepadan dengan apa yang kutinggalkan."
Juga ada di dalam daftar, programer komputer berusia 69 tahun, mahasiswa asal Texas, perawat berusia 45 tahun, pendeta Paul Gregersen, dan pastor Clarno Zion United Methodist Church.
Mereka menyatakan diri siap meninggalkan Bumi secara permanen.
"Sejalan dengan makin membludaknya manusia, satu-satunya hal yang masuk akal adalah mengeksplorasi kemungkinan manusia tinggal di tempat lain di alam semesta," kata pendeta Paul Gregersen.
"Aku punya firasat, masalah spiritual akan muncul di antara para kru. Para penjelajah awal di Bumi juga selalu membawa ulama."
Namun, psikolog yang bekerja untuk Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan tak hanya persoalan spiritual yang akan dihadapi para perintis di Mars.
"Ini akan menjadi periode panjang keterisolasian dan kurungan," kata Albert Horrison yang telah mempelajari psikologis astronot sejak tahun 1970.
Ditegaskan dia, kehidupan di Mars tak akan seromantis yang dibayangkan. "Setelah suka cita peluncuran roket, dan sensasi menginjakkan kaki di Mars, akan sangat sulit untuk menghindari depresi. Semua hubungan dengan keluarga, teman, dan segala sesuatu yang akrab, terputus."
Setiap hari, tambah dia, akan berjalan membosankan. Meski dipersiapkan dan dibekali dengan baik dari Bumi, para kru tentu saja akan menghadapi permasalahan tak terduga, yang mungkin tak bisa diatasi. "Satu per satu kru akan tua, sakit, lalu mati."
Horrison mengingatkan, harus ada dukungan publik dan juga politik dalam misi ini. Jika tidak, misi ini hanya akan berakhir dengan kematian.
Tak cukup modal nekat
Siap mental dan berani mengajukan diri sebagai sukarelawan tentu saja merupakan hal yang baik. Namun, tak cukup modal nekat. Juru Bicara NASA, James Hartsfield merujuk pada syarat pengajuan aplikasi astronot yang diposting agen antariksa itu -- meski belum tentu NASA membiayai proyek ke Mars.
Untuk saat ini, persyaratan menjadi astronot adalah: punya gelar sarjana sains, teknik, atau matematika, punya pengalaman profesional.
Para astronot NASA juga harus menjalani 4 sampai 5 tahun pelatihan sebelum terlibat dalam misi luar angkasa. Pelatihan ini termasuk tes fisik yang intensif.
Para calon astronot juga harus mengikuti pelatihan pertahanan air militer sebelum memulai silabus terbang. (pet)
RABU, 12 JANUARI 2011
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Planet Mars diproyeksi menjadi koloni manusia. Kelak, saat Bumi makin rusak dan tak bisa lagi dihuni. Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan sukarelawan yang berani menjadi perinti pertama di planet merah.
Perjalanan dari Bumi ke Mars diperkirakan hanya makan waktu 10 bulan, namun tak ada kesempatan untuk pulang.
Tak hanya menghadapi lingkungan Mars yang tak menentu, tanpa oksigen, tanpa air, sukarelawan juga harus siap menghadapi kondisi keterasingan, jauh dari Bumi dan manusia lainnya. Sebuah kondisi yang belum pernah dihadapi sebelumnya dalam sejarah manusia.
Adakah orang yang nekat mengajukan diri untuk misi ke Mars? Ternyata ada.
Edisi khusus Journal Cosmology menjelaskan secara detil berapa dana yang dibutuhkan untuk sekali jalan ke Mars sekitar 20 tahun mendatang. Sebanyak 400 pembaca menawarkan diri menjadi sukarelawan.
Editor jurnal, Lana Tao mengaku terkejut dengan respon para pembaca. "E-mail yang berisi keinginan menjadi sukarelawan sangat mengejutkan. Awalnya kami mengira ini hanya gurauan, namun setelah menerima banyak surat elektronik yang dilengkapi kualifikasi personal, dan alasan mereka bergabung. Kami sadar, mereka serius," kata dia, seperti dimuat situs FoxNews.com.
Apa yang membuat orang-orang ini mau jadi sukarelawan ke Mars? "Aku punya keinginan untuk menjelajahi alam semesta sejak kecil, dan tahu persis seperti apa kerja roket," kata salah satu sukarelawan, Peter Greaves kepada FoxNews.com. Greaves adalah ayah dari tiga anak.
Greaves menambahkan, "Aku membayangkan kehidupan di Mars akan sangat menakjubkan, menakutkan, sepi, sempit, dan sibuk."
"Tak seperti di Bumi, aku tak bisa lagi duduk di tepi sungai, memandang takjub pemandangan alam, memeluk teman-temanku, menarik nafas dalam di udara yang segar. Tapi pengalamanku akan sangat berbeda dari 6 atau 7 miliar orang di Bumi...ini sepadan dengan apa yang kutinggalkan."
Juga ada di dalam daftar, programer komputer berusia 69 tahun, mahasiswa asal Texas, perawat berusia 45 tahun, pendeta Paul Gregersen, dan pastor Clarno Zion United Methodist Church.
Mereka menyatakan diri siap meninggalkan Bumi secara permanen.
"Sejalan dengan makin membludaknya manusia, satu-satunya hal yang masuk akal adalah mengeksplorasi kemungkinan manusia tinggal di tempat lain di alam semesta," kata pendeta Paul Gregersen.
"Aku punya firasat, masalah spiritual akan muncul di antara para kru. Para penjelajah awal di Bumi juga selalu membawa ulama."
Namun, psikolog yang bekerja untuk Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan tak hanya persoalan spiritual yang akan dihadapi para perintis di Mars.
"Ini akan menjadi periode panjang keterisolasian dan kurungan," kata Albert Horrison yang telah mempelajari psikologis astronot sejak tahun 1970.
Ditegaskan dia, kehidupan di Mars tak akan seromantis yang dibayangkan. "Setelah suka cita peluncuran roket, dan sensasi menginjakkan kaki di Mars, akan sangat sulit untuk menghindari depresi. Semua hubungan dengan keluarga, teman, dan segala sesuatu yang akrab, terputus."
Setiap hari, tambah dia, akan berjalan membosankan. Meski dipersiapkan dan dibekali dengan baik dari Bumi, para kru tentu saja akan menghadapi permasalahan tak terduga, yang mungkin tak bisa diatasi. "Satu per satu kru akan tua, sakit, lalu mati."
Horrison mengingatkan, harus ada dukungan publik dan juga politik dalam misi ini. Jika tidak, misi ini hanya akan berakhir dengan kematian.
Tak cukup modal nekat
Siap mental dan berani mengajukan diri sebagai sukarelawan tentu saja merupakan hal yang baik. Namun, tak cukup modal nekat. Juru Bicara NASA, James Hartsfield merujuk pada syarat pengajuan aplikasi astronot yang diposting agen antariksa itu -- meski belum tentu NASA membiayai proyek ke Mars.
Untuk saat ini, persyaratan menjadi astronot adalah: punya gelar sarjana sains, teknik, atau matematika, punya pengalaman profesional.
Para astronot NASA juga harus menjalani 4 sampai 5 tahun pelatihan sebelum terlibat dalam misi luar angkasa. Pelatihan ini termasuk tes fisik yang intensif.
Para calon astronot juga harus mengikuti pelatihan pertahanan air militer sebelum memulai silabus terbang. (pet)
Sunday, January 2, 2011
是蟲?是草?冬蟲夏草
作者:林清淵 彰化基督教醫院兒童醫院、陽明大學微生物免疫研究所、長榮大學醫學研究所
張貼日期:2003/4/15

圖說:冬蟲夏草,左為「夏草」右為「冬蟲」。
冬蟲夏草的三大療效是壯陽、治療氣喘及補腎,它的名氣響徹中西,絕非偶然。冬蟲夏草自古即為宮廷補品,今天讓我們來打開冬蟲夏草神祕的面紗。
冬蟲夏草是中國獨有的名貴藥材,一直都是以宮廷補品而著名。「冬蟲」和「夏草」是否為同一種東西?或是兩個獨立的個體?如果是兩個獨立的個體,那麼它們之間的關係為何?為何中國的宮廷補品傳到歐洲,也成了皇室的補品?中醫師會告訴您,冬蟲夏草的三大療效是壯陽、治療氣喘及補腎,它的名氣響徹中西,絕非偶然。國內研究單位如何將它發展為藥用保健植物,甚至更進一步成為治療用的藥品?本文就冬蟲夏草的生態、生物活性、分離、培養等研究發展做一概述。
冬蟲夏草的歷史
冬蟲夏草又名天然蟲草、冬蟲草、夏草冬蟲等。正式有冬蟲夏草的記載,首見於西元八六三年《段成式隨筆》,其中提到「菌生于峰」的自然生態。
一七五七年吳儀洛所著的《本草從新》,及一七九五年趙學敏所著的《本草綱目拾遺》〈柳崖外篇〉中寫到:「冬蟲夏草,一物也,冬則為蟲,夏則為草……。」
一七二三年,法國人巴拉南自中國採集了冬蟲夏草標本帶回巴黎,之後又有英國人利維將其帶回倫敦。直到一八四二年,經真菌學專家伯克利的研究才知道「冬蟲夏草」是一種蟲草菌的子囊菌,寄生在蝙蝠蛾的幼蟲上所形成。在此之前,人們並不知道「冬蟲」和「夏草」是兩個不同的東西。
因此冬蟲和夏草的關係,類似《天龍八部》中的「虛竹」和他師父「吳崖子」的關係。當「虛竹」解開玲瓏棋局後,他的師父「吳崖子」就將 70 年的功力轉移到「虛竹」的體內。夏草是一種真菌,如同「虛竹」,真菌一旦進入「冬蟲」體內,就將「冬蟲」體內的營養轉成「夏草」的東西。比較「夏草」和「香菇」的差異性,其實兩者都是真菌,只是「夏草」是吃葷的,而「香菇」是吃素的,因為「夏草」是靠「冬蟲」,「香菇」是靠「朽木」來完成世代交替。
冬蟲夏草的生態
各位請猜猜看,「冬蟲」和「夏草」的關係,是「冬蟲」召蜂引蝶引來夏草,或是「夏草」拈花惹草去惹冬蟲呢?答案是「夏草」去招惹「冬蟲」。
冬蟲夏草的形成是「夏草」侵入蝙蝠蛾的幼蟲體內,並占據其體腔,以幼蟲的內臟為養料,滋生出無數新菌絲。菌絲交集在一起形成菌絲體,稱為子座。在秋末冰封前,子座由蟲體頭部長出,高約一公分,然後停止生長,在凍土中過冬;到了春天,氣溫逐漸升高,隨著雪溶,夏草的子座逐漸長出地面,時至九月下旬子座漸漸肥大,地下「冬蟲」已被啃食殆盡而死亡。
利用掃描式電子顯微鏡觀察「蟲草」的各個成長階段特徵:在生長初期,子座由乳頭狀子囊殼緊密鑲嵌排列而成,每個子囊殼直徑約 100 ~ 120 微米(一微米等於一百萬分之一米),橫切面為橢圓形。成熟蟲草的子座中心則因生長拉大而成空腔,內有疏鬆網狀菌絲,直徑約 150 ~ 180 微米。在子囊孢子階段,每一子囊孢子可萌發出 1 ~ 3 條分生孢子梗。最後,在僵蟲內可以發現許多蟲菌體,長約 22 微米,呈梭形。
因此在《本草從新》內敘述:冬蟲夏草囊子菌的子座出自寄生幼蟲的頭部,單生,細長如棒球棍狀,長 4 ~ 11 釐米;不育柄部長 3 ~ 8 釐米,直徑 1.5 ~ 4 毫米;上部為子座頭部,稍膨大,呈圓柱形,長 1.5 ~ 4 釐米,褐色,除先端小部分外,密生多數子囊殼;子囊殼大部陷入子座中,先端突出於子座之外,呈卵形或橢圓形,長 250 ~ 500 微米,直徑 80 ~ 200 微米,每一子囊殼內有多數長條狀線形的子囊;每一子囊內有八個具有隔膜的子囊孢子。寄主為鱗翅目、鞘翅目等昆蟲的幼蟲,冬季菌絲侵入蟄居於土中的幼蟲體內,使蟲體充滿菌絲而死亡,夏季長出子座。
寄主及生長條件:寄主為蝙蝠蛾幼蟲,營地下生活,在地表下 10 ~ 30 釐米土中過冬,其中以地表下 10 釐米分布最多,地溫攝氏 3 ~ 9 度,過冬期間不食;蟲草產地平均溫度為攝氏 0.2 ~ 8 度,地表平均溫度攝氏 4 ~ 9 度,年降雨量 556.7 ~ 651.3 釐米,年日照 2076.6 ~ 2541.2 小時,年積雪 46 ~ 86 米。蟲草產量在五至十月占 75 ~ 93%,與蟲草菌、寄主、氣溫、陽光等因素密切相關:一般分布在 3,500 ~ 5,000 米的高山區,且海拔越高,密度越大,質量越好。蟲草產地主要分布在西藏、四川、青海、雲南、甘肅、貴州一帶。市面上的冬蟲夏草菌種據說有四百多種,由於蟲草的有性繁殖培育尚未完全成功,因此,哪一種菌種才是真正的冬蟲夏草菌種,有待進一步研究。
冬蟲夏草是一種蟲生真菌,現今仍依其形態為分類基礎,其分類地位如下:真菌界、真菌群、子囊菌亞群、核菌綱、球殼菌目、麥角菌科、冬蟲夏草屬。
中醫書上的功效
《本草綱目》中未有記載,直到《本草從新》才開始有相關的內容,分別是《本草從新》中描述,冬蟲夏草有保肺益腎、止血化痰、治癆嗽功效;《本草綱目拾遺》指出它能益肺腎、補精髓、止血化痰;以及《中藥大辭典》中提到,其味甘酸、性平、氣香、入肺腎二經,可強壯、益肺腎、補虛損、益精氣、解毒、止血化痰。
改用今日的生命科學用語是:壯陽、治療氣喘及慢性肺部疾病、增強心臟功能、調節免疫、延緩或阻止腎臟病的惡化、性腺功能的調節、降血壓、抗病毒、抗癌及促進造血等。
近代醫學上的療效
對細胞免疫與體液免疫具雙向調節功能。其水抽提物可促進胸腺細胞有絲分裂,直接刺激T淋巴細胞增殖,與桃仁併用治療肝炎後肝硬化,可以增加淋巴細胞轉換率及自然殺手細胞功能;另一方面冬蟲夏草菌絲粉可抑制鼷鼠周邊白血球吞噬能力及脾淋巴細胞增殖,由冬蟲夏草抽出的成分及其衍生物,可以抑制淋巴細胞的增生,延長接受皮膚移植的大鼠生存時間。
冬蟲夏草甲醇萃取物更可抑制自然殺手細胞的細胞毒殺能力。可直接誘發胸腺上的抗原細胞增殖,並提高免疫球蛋白G、免疫球蛋白M的含量;對肝炎後肝硬化治療,具有抑制體液免疫的作用,降低免疫球蛋白G、免疫球蛋白A等的功能。
具抗腫瘤作用。在腹腔中注射冬蟲夏草抽提物 CS-2,可有效降低鼷鼠肺臟上 B16 黑色素癌(melanoma)細胞聚落的形成,從冬蟲夏草或其同屬的近親中分離出多種多醣體,可抑制由體外植入小鼠腹部的腫瘤細胞生長;除了小鼠動物模式的體內實驗外,組織培養的體外模式也證明了,分離自冬蟲夏草的多醣體成分,可抑制 U937 血癌腫瘤細胞的生長,並促使其分化成具有巨噬細胞的特性。這些現象均顯示,冬蟲夏草的某些成分,具有抑制由體外植入之腫瘤細胞生長的作用。
在小鼠動物實驗模式中將路易氏肺臟腫瘤細胞,轉移至肝臟進行實驗,發現冬蟲夏草水層萃取液可以抑制路易氏肺臟腫瘤細胞轉移至肝臟的現象,這顯示冬蟲夏草除了抑制腫瘤生長外,尚可抑制腫瘤轉移。
冬蟲夏草的酒精抽提物,有調節心律不整、增強心臟收縮力、抑制人類血小板凝集、預防血栓發生的功效。至於它對肝、腎方面的作用,除冬蟲夏草可改善肝功能、使乙型肝炎表面抗原轉陰、提高血漿白蛋白、抑制丙種球蛋白產生,並調整免疫功能。將其與桃仁併用具抗纖維化的作用,近年來多用於治療肝炎後肝硬化;將健牠黴素(gentamycin)藥物與冬蟲夏草併用,可避免此藥對近端腎小管的損傷。此外,能對由康納黴素(kanamycin)藥物所誘發的腎毒性急性腎衰竭的大白鼠,提早恢復其腎功能,由冬蟲夏草所萃取出的 H1-A 化合物,可減緩血尿和蛋白尿的症狀。
此外,冬蟲夏草也可用於鎮咳止喘,治療慢性支氣管炎,過敏性鼻炎,抗衰老,調節固醇類賀爾蒙的生成及壯陽等方面。
了解了上述冬蟲夏草的藥理功能後,要如何吃才能得到療效?是否到餐廳裡吃各式的冬蟲夏草料理,就可以得到前述的各種功效呢?實際上每個藥理功能是由蟲草中各個不同的成分來擔任,而各個成分對水和油的溶解度不同;因此,如果我們使用油和醇(如甲醇或乙醇,甲醇有毒,抽取後必須除淨方可服用,乙醇就是酒精,換言之就是酒)來抽取,則蟲草的有效成分會隨油和醇不同的混合比例而有所差異。
在實驗室,通常是用醇和乙酸乙酯,依不同的濃度去取得蟲草中的各個成分。傳統中國醫學往往會教導人們要用幾分油幾分酒慢慢去燉,其目的就是要將具有治療效果的成分抽取出來。古人不知上述的化學原理,但是他們經由經驗和歸納得知抽取有效成分的方法。
冬蟲夏草菌的人工培養
冬蟲夏草菌是一種較嗜低溫的真菌,高溫會抑制其生長。由於自然生產的資源有限,年產量明顯逐年減少,目前已不敷市場的需求。因此,如何發展人工培養技術,以滿足市場的需求,事實上存在著一個極大的商機。
近年來,由於各方積極的研究,上述具藥理療效的化學成分或單純化合物已一一找出,可以作為人工培養的目標。談到人工培養,第一件事就是菌株的選擇,雖然冬蟲夏草菌有四百多種,但是具有療效的只有十多種,此方面未來要靠分子生物學的技術來作分類,選擇種株。其次則是深層培養技術的開發,天然菌株有效成分的抽取率極低,產值很差,完全不符合商業開發的價值。既然有效成分已經知道,我們可以利用培養的技術進行改良,使菌株大量產出我們需要的有效成分。
由於冬蟲夏草菌株是吃葷的,因此培養基中要加入酵母水解物及碳源、氮源(例如魚粉、蛋白凍)。早期實驗室的培養方法為液態培養,但是為了增加工業產值http://www.blogger.com/img/blank.gif,必須改成大型生物培養槽發酵培養。未來,一方面要找出冬蟲夏草菌絲體大量成長的最佳條件,另一方面要找出有效成分含量最高的理想培養條件,兩者的交集,就是可以提供增加商業產值的最佳狀態。
冬蟲夏草菌是一群古老而著名的昆蟲寄生菌,其中某些菌株為傳統名貴的中藥材,具有多種特殊的生物及藥理活性,市場需求甚大,極具開發潛力。如何成功地將其開發為功能性健康食品,以及更進一步開發成為藥品,是今後要努力的方向。
source : 行政院國家科學委員會
張貼日期:2003/4/15
圖說:冬蟲夏草,左為「夏草」右為「冬蟲」。
冬蟲夏草的三大療效是壯陽、治療氣喘及補腎,它的名氣響徹中西,絕非偶然。冬蟲夏草自古即為宮廷補品,今天讓我們來打開冬蟲夏草神祕的面紗。
冬蟲夏草是中國獨有的名貴藥材,一直都是以宮廷補品而著名。「冬蟲」和「夏草」是否為同一種東西?或是兩個獨立的個體?如果是兩個獨立的個體,那麼它們之間的關係為何?為何中國的宮廷補品傳到歐洲,也成了皇室的補品?中醫師會告訴您,冬蟲夏草的三大療效是壯陽、治療氣喘及補腎,它的名氣響徹中西,絕非偶然。國內研究單位如何將它發展為藥用保健植物,甚至更進一步成為治療用的藥品?本文就冬蟲夏草的生態、生物活性、分離、培養等研究發展做一概述。
冬蟲夏草的歷史
冬蟲夏草又名天然蟲草、冬蟲草、夏草冬蟲等。正式有冬蟲夏草的記載,首見於西元八六三年《段成式隨筆》,其中提到「菌生于峰」的自然生態。
一七五七年吳儀洛所著的《本草從新》,及一七九五年趙學敏所著的《本草綱目拾遺》〈柳崖外篇〉中寫到:「冬蟲夏草,一物也,冬則為蟲,夏則為草……。」
一七二三年,法國人巴拉南自中國採集了冬蟲夏草標本帶回巴黎,之後又有英國人利維將其帶回倫敦。直到一八四二年,經真菌學專家伯克利的研究才知道「冬蟲夏草」是一種蟲草菌的子囊菌,寄生在蝙蝠蛾的幼蟲上所形成。在此之前,人們並不知道「冬蟲」和「夏草」是兩個不同的東西。
因此冬蟲和夏草的關係,類似《天龍八部》中的「虛竹」和他師父「吳崖子」的關係。當「虛竹」解開玲瓏棋局後,他的師父「吳崖子」就將 70 年的功力轉移到「虛竹」的體內。夏草是一種真菌,如同「虛竹」,真菌一旦進入「冬蟲」體內,就將「冬蟲」體內的營養轉成「夏草」的東西。比較「夏草」和「香菇」的差異性,其實兩者都是真菌,只是「夏草」是吃葷的,而「香菇」是吃素的,因為「夏草」是靠「冬蟲」,「香菇」是靠「朽木」來完成世代交替。
冬蟲夏草的生態
各位請猜猜看,「冬蟲」和「夏草」的關係,是「冬蟲」召蜂引蝶引來夏草,或是「夏草」拈花惹草去惹冬蟲呢?答案是「夏草」去招惹「冬蟲」。
冬蟲夏草的形成是「夏草」侵入蝙蝠蛾的幼蟲體內,並占據其體腔,以幼蟲的內臟為養料,滋生出無數新菌絲。菌絲交集在一起形成菌絲體,稱為子座。在秋末冰封前,子座由蟲體頭部長出,高約一公分,然後停止生長,在凍土中過冬;到了春天,氣溫逐漸升高,隨著雪溶,夏草的子座逐漸長出地面,時至九月下旬子座漸漸肥大,地下「冬蟲」已被啃食殆盡而死亡。
利用掃描式電子顯微鏡觀察「蟲草」的各個成長階段特徵:在生長初期,子座由乳頭狀子囊殼緊密鑲嵌排列而成,每個子囊殼直徑約 100 ~ 120 微米(一微米等於一百萬分之一米),橫切面為橢圓形。成熟蟲草的子座中心則因生長拉大而成空腔,內有疏鬆網狀菌絲,直徑約 150 ~ 180 微米。在子囊孢子階段,每一子囊孢子可萌發出 1 ~ 3 條分生孢子梗。最後,在僵蟲內可以發現許多蟲菌體,長約 22 微米,呈梭形。
因此在《本草從新》內敘述:冬蟲夏草囊子菌的子座出自寄生幼蟲的頭部,單生,細長如棒球棍狀,長 4 ~ 11 釐米;不育柄部長 3 ~ 8 釐米,直徑 1.5 ~ 4 毫米;上部為子座頭部,稍膨大,呈圓柱形,長 1.5 ~ 4 釐米,褐色,除先端小部分外,密生多數子囊殼;子囊殼大部陷入子座中,先端突出於子座之外,呈卵形或橢圓形,長 250 ~ 500 微米,直徑 80 ~ 200 微米,每一子囊殼內有多數長條狀線形的子囊;每一子囊內有八個具有隔膜的子囊孢子。寄主為鱗翅目、鞘翅目等昆蟲的幼蟲,冬季菌絲侵入蟄居於土中的幼蟲體內,使蟲體充滿菌絲而死亡,夏季長出子座。
寄主及生長條件:寄主為蝙蝠蛾幼蟲,營地下生活,在地表下 10 ~ 30 釐米土中過冬,其中以地表下 10 釐米分布最多,地溫攝氏 3 ~ 9 度,過冬期間不食;蟲草產地平均溫度為攝氏 0.2 ~ 8 度,地表平均溫度攝氏 4 ~ 9 度,年降雨量 556.7 ~ 651.3 釐米,年日照 2076.6 ~ 2541.2 小時,年積雪 46 ~ 86 米。蟲草產量在五至十月占 75 ~ 93%,與蟲草菌、寄主、氣溫、陽光等因素密切相關:一般分布在 3,500 ~ 5,000 米的高山區,且海拔越高,密度越大,質量越好。蟲草產地主要分布在西藏、四川、青海、雲南、甘肅、貴州一帶。市面上的冬蟲夏草菌種據說有四百多種,由於蟲草的有性繁殖培育尚未完全成功,因此,哪一種菌種才是真正的冬蟲夏草菌種,有待進一步研究。
冬蟲夏草是一種蟲生真菌,現今仍依其形態為分類基礎,其分類地位如下:真菌界、真菌群、子囊菌亞群、核菌綱、球殼菌目、麥角菌科、冬蟲夏草屬。
中醫書上的功效
《本草綱目》中未有記載,直到《本草從新》才開始有相關的內容,分別是《本草從新》中描述,冬蟲夏草有保肺益腎、止血化痰、治癆嗽功效;《本草綱目拾遺》指出它能益肺腎、補精髓、止血化痰;以及《中藥大辭典》中提到,其味甘酸、性平、氣香、入肺腎二經,可強壯、益肺腎、補虛損、益精氣、解毒、止血化痰。
改用今日的生命科學用語是:壯陽、治療氣喘及慢性肺部疾病、增強心臟功能、調節免疫、延緩或阻止腎臟病的惡化、性腺功能的調節、降血壓、抗病毒、抗癌及促進造血等。
近代醫學上的療效
對細胞免疫與體液免疫具雙向調節功能。其水抽提物可促進胸腺細胞有絲分裂,直接刺激T淋巴細胞增殖,與桃仁併用治療肝炎後肝硬化,可以增加淋巴細胞轉換率及自然殺手細胞功能;另一方面冬蟲夏草菌絲粉可抑制鼷鼠周邊白血球吞噬能力及脾淋巴細胞增殖,由冬蟲夏草抽出的成分及其衍生物,可以抑制淋巴細胞的增生,延長接受皮膚移植的大鼠生存時間。
冬蟲夏草甲醇萃取物更可抑制自然殺手細胞的細胞毒殺能力。可直接誘發胸腺上的抗原細胞增殖,並提高免疫球蛋白G、免疫球蛋白M的含量;對肝炎後肝硬化治療,具有抑制體液免疫的作用,降低免疫球蛋白G、免疫球蛋白A等的功能。
具抗腫瘤作用。在腹腔中注射冬蟲夏草抽提物 CS-2,可有效降低鼷鼠肺臟上 B16 黑色素癌(melanoma)細胞聚落的形成,從冬蟲夏草或其同屬的近親中分離出多種多醣體,可抑制由體外植入小鼠腹部的腫瘤細胞生長;除了小鼠動物模式的體內實驗外,組織培養的體外模式也證明了,分離自冬蟲夏草的多醣體成分,可抑制 U937 血癌腫瘤細胞的生長,並促使其分化成具有巨噬細胞的特性。這些現象均顯示,冬蟲夏草的某些成分,具有抑制由體外植入之腫瘤細胞生長的作用。
在小鼠動物實驗模式中將路易氏肺臟腫瘤細胞,轉移至肝臟進行實驗,發現冬蟲夏草水層萃取液可以抑制路易氏肺臟腫瘤細胞轉移至肝臟的現象,這顯示冬蟲夏草除了抑制腫瘤生長外,尚可抑制腫瘤轉移。
冬蟲夏草的酒精抽提物,有調節心律不整、增強心臟收縮力、抑制人類血小板凝集、預防血栓發生的功效。至於它對肝、腎方面的作用,除冬蟲夏草可改善肝功能、使乙型肝炎表面抗原轉陰、提高血漿白蛋白、抑制丙種球蛋白產生,並調整免疫功能。將其與桃仁併用具抗纖維化的作用,近年來多用於治療肝炎後肝硬化;將健牠黴素(gentamycin)藥物與冬蟲夏草併用,可避免此藥對近端腎小管的損傷。此外,能對由康納黴素(kanamycin)藥物所誘發的腎毒性急性腎衰竭的大白鼠,提早恢復其腎功能,由冬蟲夏草所萃取出的 H1-A 化合物,可減緩血尿和蛋白尿的症狀。
此外,冬蟲夏草也可用於鎮咳止喘,治療慢性支氣管炎,過敏性鼻炎,抗衰老,調節固醇類賀爾蒙的生成及壯陽等方面。
了解了上述冬蟲夏草的藥理功能後,要如何吃才能得到療效?是否到餐廳裡吃各式的冬蟲夏草料理,就可以得到前述的各種功效呢?實際上每個藥理功能是由蟲草中各個不同的成分來擔任,而各個成分對水和油的溶解度不同;因此,如果我們使用油和醇(如甲醇或乙醇,甲醇有毒,抽取後必須除淨方可服用,乙醇就是酒精,換言之就是酒)來抽取,則蟲草的有效成分會隨油和醇不同的混合比例而有所差異。
在實驗室,通常是用醇和乙酸乙酯,依不同的濃度去取得蟲草中的各個成分。傳統中國醫學往往會教導人們要用幾分油幾分酒慢慢去燉,其目的就是要將具有治療效果的成分抽取出來。古人不知上述的化學原理,但是他們經由經驗和歸納得知抽取有效成分的方法。
冬蟲夏草菌的人工培養
冬蟲夏草菌是一種較嗜低溫的真菌,高溫會抑制其生長。由於自然生產的資源有限,年產量明顯逐年減少,目前已不敷市場的需求。因此,如何發展人工培養技術,以滿足市場的需求,事實上存在著一個極大的商機。
近年來,由於各方積極的研究,上述具藥理療效的化學成分或單純化合物已一一找出,可以作為人工培養的目標。談到人工培養,第一件事就是菌株的選擇,雖然冬蟲夏草菌有四百多種,但是具有療效的只有十多種,此方面未來要靠分子生物學的技術來作分類,選擇種株。其次則是深層培養技術的開發,天然菌株有效成分的抽取率極低,產值很差,完全不符合商業開發的價值。既然有效成分已經知道,我們可以利用培養的技術進行改良,使菌株大量產出我們需要的有效成分。
由於冬蟲夏草菌株是吃葷的,因此培養基中要加入酵母水解物及碳源、氮源(例如魚粉、蛋白凍)。早期實驗室的培養方法為液態培養,但是為了增加工業產值http://www.blogger.com/img/blank.gif,必須改成大型生物培養槽發酵培養。未來,一方面要找出冬蟲夏草菌絲體大量成長的最佳條件,另一方面要找出有效成分含量最高的理想培養條件,兩者的交集,就是可以提供增加商業產值的最佳狀態。
冬蟲夏草菌是一群古老而著名的昆蟲寄生菌,其中某些菌株為傳統名貴的中藥材,具有多種特殊的生物及藥理活性,市場需求甚大,極具開發潛力。如何成功地將其開發為功能性健康食品,以及更進一步開發成為藥品,是今後要努力的方向。
source : 行政院國家科學委員會
Monday, November 29, 2010
Misteri-Misteri Terbesar di Bidang Sains
Senin, 29 November 2010
Indra Darmawan
VIVAnews - Walaupun peradaban manusia dan ilmu pengetahuan sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat, namun beberapa beberapa hal masih menyisakan pertanyaan dan teka-teki.
Berikut ini adalah misteri-misteri dikompilasi oleh situs LiveSience, yang hingga kini masih belum bisa dipecahkan oleh 'pisau bedah' ilmu pengetahuan murni.
9. Apa yang terjadi saat gempa bumi terjadi?
Hingga kini manusia masih belum mengetahui apa yang terjadi ketika gempa bumi berlangsung. Padahal gempa bumi terjadi di dalam perut planet bumi, tepat di bawah kaki kita sendiri.
Hingga kini para pakar hanya bisa menjelaskan dari mana gempa bersumber dan patahan apa yang terlibat dalam peristiwa gempa tersebut, atau mungkin hanya memprediksi sampai kapan gempa susulan akan berlangsung.
Namun sampai kini mereka tak bisa secara pasti menjelaskan apa yang terjadi di dalam bumi ketika gempa berlangsung. Sifat dan perilaku kekuatan yang membuat patahan-patahan terus bergerak hingga kemudian akhirnya terjadi gempa hingga kini masih menjadi misteri.
"Masalah pergeseran pada gempa adalah salah satu hal yang paling dasar dari semua ilmu tentang kebumian. Namun itu masih menjadi cerita misteri yang berusia 30 tahun, yang belum terpecahkan," ujar Tom Heaton, seorang pakar geofisika dari Caltech.
8. Siapa Anda?
Kesadaran alamiah yang dimiliki manusia selama ini, masih membingungkan bagi para psikolog dan ilmuwan di bidang kognitif. Bagian dari jawaban pertanyaan mendasar di atas ada yang menjawab dengan sederhana: sesuatu yang memicu kita melakukan sesuatu, sudah menyatu dengan jaringan syaraf manusia.
Walaupun kita mengira bahwa apa yang kita lakukan adalah kehendak bebas, namun setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia juga dipengaruhi oleh proses tak sadar dan lingkungan sekitar.
Dan, bagaimana kita membuat sebuah keputusan secara sadar sehingga membuat manusia memiliki akal selain jiwa? Nah ini yang masih menjadi misteri.
7. Bagaimana kehidupan bisa terjadi di bumi?
Manusia telah menemukan bukti-bukti awal tentang adanya kehidupan kuman sederhana di bumi sejak sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Namun, bagaimana kemudian kejadian awal dari kehidupan mahluk lain di bumi, hingga kini belum diketahui.
"Banyak teori dari asal kehidupan yang ditawarkan, namun sangat sulit untuk diterima dan dibuktikannya." kata Diana Northup, Cave Biologist dari University of New Mexico.
6. Bagaimana otak bekerja?
Hingga kini, belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana otak manusia bekerja. Dengan miliaran neuron dan masing-masing neuron memiliki ribuan koneksi, otak memang sangat sulit untuk diteliti.
"Kita semua berfikir bahwa kita bisa memahami otak kita, setidaknya melalui pengalaman kita sendiri. Padahal, pengalaman subyektif kita adalah panduan yang minim untuk menentukan bagaimana otak bekerja," ujar Scott Huettel, pakar dari Center for Cognitive Neuroscience dari Duke University.
Hingga kini peneliti belum bisa menentukan bagaimana neuron-neuron membentuk jaringan fungsional ketika manusia sedang belajar, mengingat, atau melakukan aktivitas lainnya, termasuk saat melihat, mendengar, bergerak, atau saat tengah dimabuk cinta.
5. Di mana bagian alam semesta lainnya?
Manusia memiliki banyak keterbatasan saat hendak meneliti alam semesta. "Itu disebut juga sisi kelam dari alam semesta," kata Michael Turner, seorang pakar kosmologi dari University of Chicago. Menurut dia misteri terbesar dari alam semesta adalah materi gelap dan energi gelap.
Walaupun para peneliti berusaha keras untuk mengeksplorasi hingga ke luar angkasa yang terjauh dan ke perut bumi yang terdalam, namun, diperkirakan baru 4 persen dari materi dan energi yang ditemukan. Sementara 96 persen lainnya masih belum bisa diketahui.
4. Apa yang menyebabkan gravitasi?
Walaupun gravitasi telah dipelajari sejak zaman Newton, namun bidang ini masih sedikit sekali diketahui oleh manusia. Gravitas tidak bisa dijelaskan oleh mode standar fisika. Para teoretisi meyakini gravitasi mungkin ada kaitannya dengan partikel kecil yang tak bermassa bernama graviton yang menimbulkan gaya gravitasi.
"Gravitasi sama sekali berbeda dengan gaya lain yang bisa dideskripsikan dalam model standar," kata Mark Jackson, pakar fisika teori dari Fermilab di Illinois AS."Saat Anda mengerjakan perhitungan interaksi gravitasional kecil, maka Anda akan mendapat jawaban yang ngawur. Matematika sama sekali tak bisa bekerja," kata dia.
3. Benarkah ada Teori Segalanya?
Para pakar biasanya memiliki standar model yang cukup baik untuk mendefinisikan segala sesuatu di alam semesta hingga ke bagian partikel terkecil, mulai dari magnetisme hingga ke atom-atom yang menyusunnya dan bagaimana mereka bisa tetap stabil.
Model standar ini memandang partikel-partikel menjadi titik-titik yang sangat kecil, yang beberapa di antaranya mengandung gaya dasar. Hanya saja, kelemahan dari model standar tadi, adalah kegagalannya untuk melakukan perhitungan terhadap gravitasi dan energi yang sangat tinggi.
Nah, bila ada sebuah teori yang bisa secara konsisten menyertakan dua hal tadi ke dalam pemodelannya, maka teori fisika yang universal akan benar-benar dapat terwujud. Sayangnya, banyak peneliti menganggap hal itu tak akan pernah tercapai.
2. Apakah Alien memang benar-benar ada?
Adalah sesuatu hal yang logis ketika berasumsi bahwa ada kehidupan lain selain di bumi. Sebab, unsur-unsur yang dibutuhkan bagi kehidupan terdistribusi secara luas di alam semesta.
Selain itu, sistem tata surya yang mirip dengan tata surya kita juga dijumpai di luar angkasa. "Jadi setidaknya, ada kemungkinan bahwa ada kehidupan lain di sana," kata Jill Tarter, Director of Center for SETI Research di California.
1. Bagaimana alam semesta tercipta?
Teori tentang dentuman besar yang mengawali keberadaan alam semesta sejak 13,7 miliar tahun lalu dipandang sebagai teori yang masuk akal, walaupun belum bisa langsung diuji.
Pada teori ini, segala sesuatu dimulai dengan luar angkasa yang berukuran kecil dan kemudian memuai dan berkembang menjadi besar. oleh karena proses inflasi (pemompaan). "Hingga kini kita belum mengetahui apa yang menyebabkan inflasi, atau bahkan apakah itu teori yang benar atau tidak," kata Eric Agol, seorang pakar astrofisika dari University of Washington. (hs)
Indra Darmawan
VIVAnews - Walaupun peradaban manusia dan ilmu pengetahuan sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat, namun beberapa beberapa hal masih menyisakan pertanyaan dan teka-teki.
Berikut ini adalah misteri-misteri dikompilasi oleh situs LiveSience, yang hingga kini masih belum bisa dipecahkan oleh 'pisau bedah' ilmu pengetahuan murni.
9. Apa yang terjadi saat gempa bumi terjadi?
Hingga kini manusia masih belum mengetahui apa yang terjadi ketika gempa bumi berlangsung. Padahal gempa bumi terjadi di dalam perut planet bumi, tepat di bawah kaki kita sendiri.
Hingga kini para pakar hanya bisa menjelaskan dari mana gempa bersumber dan patahan apa yang terlibat dalam peristiwa gempa tersebut, atau mungkin hanya memprediksi sampai kapan gempa susulan akan berlangsung.
Namun sampai kini mereka tak bisa secara pasti menjelaskan apa yang terjadi di dalam bumi ketika gempa berlangsung. Sifat dan perilaku kekuatan yang membuat patahan-patahan terus bergerak hingga kemudian akhirnya terjadi gempa hingga kini masih menjadi misteri.
"Masalah pergeseran pada gempa adalah salah satu hal yang paling dasar dari semua ilmu tentang kebumian. Namun itu masih menjadi cerita misteri yang berusia 30 tahun, yang belum terpecahkan," ujar Tom Heaton, seorang pakar geofisika dari Caltech.
8. Siapa Anda?
Kesadaran alamiah yang dimiliki manusia selama ini, masih membingungkan bagi para psikolog dan ilmuwan di bidang kognitif. Bagian dari jawaban pertanyaan mendasar di atas ada yang menjawab dengan sederhana: sesuatu yang memicu kita melakukan sesuatu, sudah menyatu dengan jaringan syaraf manusia.
Walaupun kita mengira bahwa apa yang kita lakukan adalah kehendak bebas, namun setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia juga dipengaruhi oleh proses tak sadar dan lingkungan sekitar.
Dan, bagaimana kita membuat sebuah keputusan secara sadar sehingga membuat manusia memiliki akal selain jiwa? Nah ini yang masih menjadi misteri.
7. Bagaimana kehidupan bisa terjadi di bumi?
Manusia telah menemukan bukti-bukti awal tentang adanya kehidupan kuman sederhana di bumi sejak sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Namun, bagaimana kemudian kejadian awal dari kehidupan mahluk lain di bumi, hingga kini belum diketahui.
"Banyak teori dari asal kehidupan yang ditawarkan, namun sangat sulit untuk diterima dan dibuktikannya." kata Diana Northup, Cave Biologist dari University of New Mexico.
6. Bagaimana otak bekerja?
Hingga kini, belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana otak manusia bekerja. Dengan miliaran neuron dan masing-masing neuron memiliki ribuan koneksi, otak memang sangat sulit untuk diteliti.
"Kita semua berfikir bahwa kita bisa memahami otak kita, setidaknya melalui pengalaman kita sendiri. Padahal, pengalaman subyektif kita adalah panduan yang minim untuk menentukan bagaimana otak bekerja," ujar Scott Huettel, pakar dari Center for Cognitive Neuroscience dari Duke University.
Hingga kini peneliti belum bisa menentukan bagaimana neuron-neuron membentuk jaringan fungsional ketika manusia sedang belajar, mengingat, atau melakukan aktivitas lainnya, termasuk saat melihat, mendengar, bergerak, atau saat tengah dimabuk cinta.
5. Di mana bagian alam semesta lainnya?
Manusia memiliki banyak keterbatasan saat hendak meneliti alam semesta. "Itu disebut juga sisi kelam dari alam semesta," kata Michael Turner, seorang pakar kosmologi dari University of Chicago. Menurut dia misteri terbesar dari alam semesta adalah materi gelap dan energi gelap.
Walaupun para peneliti berusaha keras untuk mengeksplorasi hingga ke luar angkasa yang terjauh dan ke perut bumi yang terdalam, namun, diperkirakan baru 4 persen dari materi dan energi yang ditemukan. Sementara 96 persen lainnya masih belum bisa diketahui.
4. Apa yang menyebabkan gravitasi?
Walaupun gravitasi telah dipelajari sejak zaman Newton, namun bidang ini masih sedikit sekali diketahui oleh manusia. Gravitas tidak bisa dijelaskan oleh mode standar fisika. Para teoretisi meyakini gravitasi mungkin ada kaitannya dengan partikel kecil yang tak bermassa bernama graviton yang menimbulkan gaya gravitasi.
"Gravitasi sama sekali berbeda dengan gaya lain yang bisa dideskripsikan dalam model standar," kata Mark Jackson, pakar fisika teori dari Fermilab di Illinois AS."Saat Anda mengerjakan perhitungan interaksi gravitasional kecil, maka Anda akan mendapat jawaban yang ngawur. Matematika sama sekali tak bisa bekerja," kata dia.
3. Benarkah ada Teori Segalanya?
Para pakar biasanya memiliki standar model yang cukup baik untuk mendefinisikan segala sesuatu di alam semesta hingga ke bagian partikel terkecil, mulai dari magnetisme hingga ke atom-atom yang menyusunnya dan bagaimana mereka bisa tetap stabil.
Model standar ini memandang partikel-partikel menjadi titik-titik yang sangat kecil, yang beberapa di antaranya mengandung gaya dasar. Hanya saja, kelemahan dari model standar tadi, adalah kegagalannya untuk melakukan perhitungan terhadap gravitasi dan energi yang sangat tinggi.
Nah, bila ada sebuah teori yang bisa secara konsisten menyertakan dua hal tadi ke dalam pemodelannya, maka teori fisika yang universal akan benar-benar dapat terwujud. Sayangnya, banyak peneliti menganggap hal itu tak akan pernah tercapai.
2. Apakah Alien memang benar-benar ada?
Adalah sesuatu hal yang logis ketika berasumsi bahwa ada kehidupan lain selain di bumi. Sebab, unsur-unsur yang dibutuhkan bagi kehidupan terdistribusi secara luas di alam semesta.
Selain itu, sistem tata surya yang mirip dengan tata surya kita juga dijumpai di luar angkasa. "Jadi setidaknya, ada kemungkinan bahwa ada kehidupan lain di sana," kata Jill Tarter, Director of Center for SETI Research di California.
1. Bagaimana alam semesta tercipta?
Teori tentang dentuman besar yang mengawali keberadaan alam semesta sejak 13,7 miliar tahun lalu dipandang sebagai teori yang masuk akal, walaupun belum bisa langsung diuji.
Pada teori ini, segala sesuatu dimulai dengan luar angkasa yang berukuran kecil dan kemudian memuai dan berkembang menjadi besar. oleh karena proses inflasi (pemompaan). "Hingga kini kita belum mengetahui apa yang menyebabkan inflasi, atau bahkan apakah itu teori yang benar atau tidak," kata Eric Agol, seorang pakar astrofisika dari University of Washington. (hs)
Saturday, November 20, 2010
Ramalan NASA Tentang Dua Matahari Yang Akan Terbit Dari Arah Barat Dan Timur Pada Januari 2012
August 23rd, 2010
GOKILONLINE.com
Matahari yang diyakini manusia sebagai bola api yang sangat panas akan terbit dari arah timur dan barat secara bersamaan, satu matahari akan bergerak ke arah barat dan yang satu lagi akan bergerak ke timur, yang akan terjadi pada 19 Januari 2012. Terjadinya dua (2) matahari tersebut adalah refleksi dari konsentrasi energi manusia yang takut dan cemas akan terjadinya kiamat karena telah terjadi bencana tsunami di jakarta dan bencana gempa bumi di arabia. Dari konsentrasi energi manusia tersebut terjadilah refleksi cahaya di langit yang sangat terang dari 2 arah yang berlawanan. Silahkan baca artikel di bawah ini yang kami himpun dari okabasi.com untuk lebih jelasnya.
Adanya prediksi badan antariksa NASA bahwa pada tahun 2012 akan terbit 2 matahari dan 2 bulan, juga adanya kemunculan planet baru yang disebut planet Nibiru, seharusnya manusia berpikir, dari mana kemunculan cahaya yang diyakini sebagai benda langit yang juga memiliki materi padat sebagaimana bumi. Kenapa selama ini benda-benda tersebut tidak terlihat atau terdeteksi oleh penelitian manusia, kenapa tiba-tiba muncul? Berarti cahaya-cahayayang ada di langit tersebut hanyalah fatamorgana, bukan benda-benda padat sebagaimana bumi. Karena memang hanya bumi lah satu-satunya planet di alam semesta raya ini danyang lainnya hanyalah fatamorgana.
Sebagaimana yang pernah terjadi pada masa kejayaan peradaban bangsa maya, yang dijelaskan bahwa pernah terjadi 3 matahari di waktu yang bersamaan. Maka di saat manusia telah sadar akan kodrat jatidirinya, matahari pun akan terbit sesuai dengan kebutuhan manusia, namun yang pasti matahari akan terbit dengan berbagai warna cahaya yang sangat indah, menarik dan menyehatkan jiwa dan raga manusia.
GOKILONLINE.com
Matahari yang diyakini manusia sebagai bola api yang sangat panas akan terbit dari arah timur dan barat secara bersamaan, satu matahari akan bergerak ke arah barat dan yang satu lagi akan bergerak ke timur, yang akan terjadi pada 19 Januari 2012. Terjadinya dua (2) matahari tersebut adalah refleksi dari konsentrasi energi manusia yang takut dan cemas akan terjadinya kiamat karena telah terjadi bencana tsunami di jakarta dan bencana gempa bumi di arabia. Dari konsentrasi energi manusia tersebut terjadilah refleksi cahaya di langit yang sangat terang dari 2 arah yang berlawanan. Silahkan baca artikel di bawah ini yang kami himpun dari okabasi.com untuk lebih jelasnya.
Adanya prediksi badan antariksa NASA bahwa pada tahun 2012 akan terbit 2 matahari dan 2 bulan, juga adanya kemunculan planet baru yang disebut planet Nibiru, seharusnya manusia berpikir, dari mana kemunculan cahaya yang diyakini sebagai benda langit yang juga memiliki materi padat sebagaimana bumi. Kenapa selama ini benda-benda tersebut tidak terlihat atau terdeteksi oleh penelitian manusia, kenapa tiba-tiba muncul? Berarti cahaya-cahayayang ada di langit tersebut hanyalah fatamorgana, bukan benda-benda padat sebagaimana bumi. Karena memang hanya bumi lah satu-satunya planet di alam semesta raya ini danyang lainnya hanyalah fatamorgana.
Sebagaimana yang pernah terjadi pada masa kejayaan peradaban bangsa maya, yang dijelaskan bahwa pernah terjadi 3 matahari di waktu yang bersamaan. Maka di saat manusia telah sadar akan kodrat jatidirinya, matahari pun akan terbit sesuai dengan kebutuhan manusia, namun yang pasti matahari akan terbit dengan berbagai warna cahaya yang sangat indah, menarik dan menyehatkan jiwa dan raga manusia.
Hawking: Bumi Bukan Ciptaan Tuhan
September 3rd, 2010
GOKILONLINE.com – Hi GOlers! Ilmuwan kondang, Stephen Hawking, melontarkan teori yang kontroversial dalam buku yang baru dia tulis. Menurut Hawking, Tuhan tidak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta. Silahkan baca artikel di bawah ini yang kami himpun dari vivanews.com untuk lebih jelasnya.
Pandangan itu dilontarkan dalam buku terbaru Hawking berjudul “The Grand Design,” yang mulai diluncurkan di toko-toko buku pekan depan. “Tidak perlu melibatkan Tuhan untuk menyalakan kertas biru dan menggerakkan alam semesta,” tulis Hawking dalam ringkasan bukunya yang dimuat di harian Inggris, The Times, dan juga dimuat di laman New York Daily News.
“Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan mencipta dirinya sendiri,” tulis Hawking, yang mengalami kelumpuhan sehingga terus duduk di kursi roda khusus.
Menurut pencipta teori “Lubang Hitam” itu, alam semesta terkait dengan penciptaan secara spontan. Itulah sebabnya, “mengapa jagat raya itu ada, dan mengapa kita ada,” kata Hakwing, yang tahun pensiun sebagai Profesor Matematika Lucasian dari Universitas Cambridge. Selama 30 tahun, Hawking mengemban jabatan itu, yang juga pernah diduduki oleh ilmuwan legendaris, Isaac Newton.
Hawking juga yakin bahwa Bumi dan tetangga-tetangganya tidak dibentuk secara sempurna. Itu berkat penemuan planet-planet dan tata surya lain di luar galaksi yang dihuni Bumi sejak awal dekade 1990-an.
“Itulah sebabnya hal-hal yang terjadi secara kebetulan pada tata surya kita – seperti satu matahari, kombinasi yang beruntung atas jarak Bumi – Matahari dan massa surya – kurang menakjubkan dan kurang meyakinkan ketimbang bukti bahwa Bumi didesain hanya untuk menyenangkan kehidupan manusia,” tulis Hawking.
Pemaparan Hawking ini terbilang mencengangkan dan tampak bertolak belakang dengan karya dia sebelumnya maupun berdasarkan pemaparan ilmuwan lain.
Para ilmuwan, seperti mendiang Albert Einstein, pada dasarnya tidak mengesampingkan keterlibatan suatu unsur yang lebih tinggi ketika berhubungan dengan penciptaan alam semesta. Dalam buku sebelumnya, “A Brief History of Time,” Hawking pun tidak mengesampingkan kemungkinan itu.
Newton, yang menciptakan teori gravitasi, pernah mengatakan bahwa penjelasan ilmiahnya itu hanya bisa menerangkan perilaku jagat raya, bukan pada penciptanya. “Gravitasi menjelaskan pergerakan planet-planet, namun tidak bisa menjelaskan siapa yang menggerakkan planet-planet itu,” tulis Newton.
GOKILONLINE.com – Hi GOlers! Ilmuwan kondang, Stephen Hawking, melontarkan teori yang kontroversial dalam buku yang baru dia tulis. Menurut Hawking, Tuhan tidak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta. Silahkan baca artikel di bawah ini yang kami himpun dari vivanews.com untuk lebih jelasnya.
Pandangan itu dilontarkan dalam buku terbaru Hawking berjudul “The Grand Design,” yang mulai diluncurkan di toko-toko buku pekan depan. “Tidak perlu melibatkan Tuhan untuk menyalakan kertas biru dan menggerakkan alam semesta,” tulis Hawking dalam ringkasan bukunya yang dimuat di harian Inggris, The Times, dan juga dimuat di laman New York Daily News.
“Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan mencipta dirinya sendiri,” tulis Hawking, yang mengalami kelumpuhan sehingga terus duduk di kursi roda khusus.
Menurut pencipta teori “Lubang Hitam” itu, alam semesta terkait dengan penciptaan secara spontan. Itulah sebabnya, “mengapa jagat raya itu ada, dan mengapa kita ada,” kata Hakwing, yang tahun pensiun sebagai Profesor Matematika Lucasian dari Universitas Cambridge. Selama 30 tahun, Hawking mengemban jabatan itu, yang juga pernah diduduki oleh ilmuwan legendaris, Isaac Newton.
Hawking juga yakin bahwa Bumi dan tetangga-tetangganya tidak dibentuk secara sempurna. Itu berkat penemuan planet-planet dan tata surya lain di luar galaksi yang dihuni Bumi sejak awal dekade 1990-an.
“Itulah sebabnya hal-hal yang terjadi secara kebetulan pada tata surya kita – seperti satu matahari, kombinasi yang beruntung atas jarak Bumi – Matahari dan massa surya – kurang menakjubkan dan kurang meyakinkan ketimbang bukti bahwa Bumi didesain hanya untuk menyenangkan kehidupan manusia,” tulis Hawking.
Pemaparan Hawking ini terbilang mencengangkan dan tampak bertolak belakang dengan karya dia sebelumnya maupun berdasarkan pemaparan ilmuwan lain.
Para ilmuwan, seperti mendiang Albert Einstein, pada dasarnya tidak mengesampingkan keterlibatan suatu unsur yang lebih tinggi ketika berhubungan dengan penciptaan alam semesta. Dalam buku sebelumnya, “A Brief History of Time,” Hawking pun tidak mengesampingkan kemungkinan itu.
Newton, yang menciptakan teori gravitasi, pernah mengatakan bahwa penjelasan ilmiahnya itu hanya bisa menerangkan perilaku jagat raya, bukan pada penciptanya. “Gravitasi menjelaskan pergerakan planet-planet, namun tidak bisa menjelaskan siapa yang menggerakkan planet-planet itu,” tulis Newton.
Isi Otak Anda Bisa Disimpan dalam Hard Disk
October 22nd, 2010
GOKILONLINE.com – Hi GOlers! Lupa, sudah jadi ‘penyakit’ manusia. Apalagi jika usia menua, kemampuan otak untuk merekam memori makin lemah. Silahkan baca artikel di bawah ini yang kami himpun dari vivanews.com untuk lebih jelasnya.
Namun, tak perlu khawatir. Ilmuwan terkemuka, Raymond Kurzweil (62) mengatakan kelak kita akan bisa mem-back up otak manusia, termasuk segala memori yang ada di dalamnya.
Tak perlu menunggu lama untuk mewujudkan hal itu. “Saya sangat yakin bahwa dalam waktu 20 tahun kita akan bisa memiliki ribuan mesin komputer nanorobot di dalam darah,” kata Kurzweil di depan 500 undangan dalam acara ‘Future Talk‘ di Wina, Austria, seperti dimuat Daily Mail, Kamis 21 Oktober 2010.
Dijelaskan dia, nanorobot itu berfungsi untuk menyembuhkan tubuh, meningkatkan performa badan, dan menyimpan cadangan isi otak.
“Sama seperti Anda punya cadangan file komputer,” tambah Kurzweil.
Kata dia, ini bukan hal yang mustahil. Sebab, teknologi yang ada saat ini memungkinkan hal itu.
“Ini berarti benda itu akan mengembalikan setiap pikiran, pengalaman, dan apapun yang menjadikan kita seorang individu manusia,” tambah Kurzweil.
Anda ragu akan hal ini? Bagi Kurzweil, ia sudah biasa dianggap gila oleh sebagian orang. Diceritakan dia, pada awal1980-an, ia pernah memprediksikan World Wide Web (www) akan muncul pada pertengahan tahun 1990.
“Dulu saya dianggap sinting. Tapi lihat yang terjadi, dan prediksi saya soal kapan www muncul benar,” kata dia.
Di kalangan para ilmuwan, Raymond Kurzweil memang bukan orang sembarangan. Selama kariernya di bidang sains, Kurzweil berulang kali menemukan teknologi perintis komputer, termasuk teknolongi pengenalan suara.
Sejarah hidupnya tak kalah mengagumkan. Pada usia 15 tahun, ia menciptakan program yang bisa mengkreasi ulang musik dengan gaya komposer besar. Ini membuka peluang Kurzweil remaja bertemu dan mewawancarai Presiden, Lyndon B Johnson di Gedung Putih.
Kemampuan otaknya yang encer juga mampu membuat mesin yang bisa membaca pidato tertulis untuk rekannya yang buta, penyanyi tenar, Stevie Wonder.
Untuk Stevie Wonder juga, Kurzweil membuat alat musical synthesizer yang secara revolusioner bisa berfungsi seperti instrumen nyata.
Sementara, dalam bidang akademik, Kurzweil memiliki 19 gelar doktor kehormatan (honoris causa). Kini, ia kerap menjadi penasihat bagi pemerintah, ilmuwan, militer dan pebisnis di seluruh dunia. Topiknya, tentang soal teknologi terkini.
Source : gokilonline.com
GOKILONLINE.com – Hi GOlers! Lupa, sudah jadi ‘penyakit’ manusia. Apalagi jika usia menua, kemampuan otak untuk merekam memori makin lemah. Silahkan baca artikel di bawah ini yang kami himpun dari vivanews.com untuk lebih jelasnya.
Namun, tak perlu khawatir. Ilmuwan terkemuka, Raymond Kurzweil (62) mengatakan kelak kita akan bisa mem-back up otak manusia, termasuk segala memori yang ada di dalamnya.
Tak perlu menunggu lama untuk mewujudkan hal itu. “Saya sangat yakin bahwa dalam waktu 20 tahun kita akan bisa memiliki ribuan mesin komputer nanorobot di dalam darah,” kata Kurzweil di depan 500 undangan dalam acara ‘Future Talk‘ di Wina, Austria, seperti dimuat Daily Mail, Kamis 21 Oktober 2010.
Dijelaskan dia, nanorobot itu berfungsi untuk menyembuhkan tubuh, meningkatkan performa badan, dan menyimpan cadangan isi otak.
“Sama seperti Anda punya cadangan file komputer,” tambah Kurzweil.
Kata dia, ini bukan hal yang mustahil. Sebab, teknologi yang ada saat ini memungkinkan hal itu.
“Ini berarti benda itu akan mengembalikan setiap pikiran, pengalaman, dan apapun yang menjadikan kita seorang individu manusia,” tambah Kurzweil.
Anda ragu akan hal ini? Bagi Kurzweil, ia sudah biasa dianggap gila oleh sebagian orang. Diceritakan dia, pada awal1980-an, ia pernah memprediksikan World Wide Web (www) akan muncul pada pertengahan tahun 1990.
“Dulu saya dianggap sinting. Tapi lihat yang terjadi, dan prediksi saya soal kapan www muncul benar,” kata dia.
Di kalangan para ilmuwan, Raymond Kurzweil memang bukan orang sembarangan. Selama kariernya di bidang sains, Kurzweil berulang kali menemukan teknologi perintis komputer, termasuk teknolongi pengenalan suara.
Sejarah hidupnya tak kalah mengagumkan. Pada usia 15 tahun, ia menciptakan program yang bisa mengkreasi ulang musik dengan gaya komposer besar. Ini membuka peluang Kurzweil remaja bertemu dan mewawancarai Presiden, Lyndon B Johnson di Gedung Putih.
Kemampuan otaknya yang encer juga mampu membuat mesin yang bisa membaca pidato tertulis untuk rekannya yang buta, penyanyi tenar, Stevie Wonder.
Untuk Stevie Wonder juga, Kurzweil membuat alat musical synthesizer yang secara revolusioner bisa berfungsi seperti instrumen nyata.
Sementara, dalam bidang akademik, Kurzweil memiliki 19 gelar doktor kehormatan (honoris causa). Kini, ia kerap menjadi penasihat bagi pemerintah, ilmuwan, militer dan pebisnis di seluruh dunia. Topiknya, tentang soal teknologi terkini.
Source : gokilonline.com
Thursday, November 18, 2010
Gen Orang Amerika Pertama di Eropa Ditemukan
By Ismoko Widjaya - Kamis, 18 November
VIVAnews - Christopher Columbus, penjelajah warga Italia penemu benua Amerika bukanlah orang pertama yang menemukan dunia baru. Sebab ada seorang warga Amerika yang sudah menjelajah ke Eropa lima abad sebelum Columbus itu.
Kesimpulan itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan dari Universitas Spanyol. Hasil temuan itu dilansir sejumlah media massa di Eropa dan Amerika. VIVANews menukilnya dari Telegraph.co.uk, 16 November 2010.
Para ahli itu menegaskan bahwa penjelajahan dunia pertama yang diklaim oleh Columbus dari Eropa ke arah Timur, dan berhasil menemukan benua Amerika. Tapi itu bukan temuan pertama sebab
penjelajahan lain dari arah sebaliknya -- dari Amerika ke Eropa -jauh sebelum Columbus menemukan Amerika.
Para peneliti itu menelusuri jejak genetik asli sebuah keluarga di Islandia. Peneliti percaya bahwa warga Amerika pertama tiba di Eropa sekitar abad ke sepuluh. Sekitar lima ratus tahun sebelum Columbus melakukan penjelajahan dan menemukan benua Amerika pada 1492.
Riset menunjukkan, seorang wanita asal Amerika Utara kemungkinan besar sudah berada di Islandia sekitar tahun 1000 masehi. Islandia merupakan sebuah negara pulau di Eropa yang terkenal akan legenda pelaut perompak bengis, Viking. Dari gen yang ditemukan, wanita ini diperkirakan berusia 80 tahun.
Peneliti meyakini, gen yang ditemukan itu merupakan leluhur dari warga keturunan yang berada di Islandia Utara. Lokasi tepatnya tak jauh di sekitar sungai es gletser di Vatnaj Kull. Diperkirakan mereka datang ke wilayah ini melalui jalur Asia.
"Sebagai sebuah pulau yang terisolasi pada abad kesepuluh, kemungkinan besar yang terjadi adalah gen itu berasal dari wanita Amerindian (Amerika-Indian) yang dibawa dari Amerika oleh gerombolan Viking sekitar tahun 1000 masehi," kata Carles Lalueza-Fox, dari the Pompeu Fabra university di Spanyol.
Penemuan pemukiman Viking ini diperkirakan dari yang pernah ada sebelumnya. Pemukiman Viking tertua sebelumnya ditemukan di timur Kanada, sekitar Terranova. Pemukiman yang diberi nama L'Anse aux Meadows itu diperkirakan dihuni pada abad kesebelas.
Peneliti akan berupaya keras menjaga gen Amerindian pertama yang tiba di Islandia ini, untuk mencari tahu hubungan garis keturunannya terhadap warga Amerika. Para peneliti kemudian menyebut lokasi ini merupakan dunia baru.
VIVAnews - Christopher Columbus, penjelajah warga Italia penemu benua Amerika bukanlah orang pertama yang menemukan dunia baru. Sebab ada seorang warga Amerika yang sudah menjelajah ke Eropa lima abad sebelum Columbus itu.
Kesimpulan itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan dari Universitas Spanyol. Hasil temuan itu dilansir sejumlah media massa di Eropa dan Amerika. VIVANews menukilnya dari Telegraph.co.uk, 16 November 2010.
Para ahli itu menegaskan bahwa penjelajahan dunia pertama yang diklaim oleh Columbus dari Eropa ke arah Timur, dan berhasil menemukan benua Amerika. Tapi itu bukan temuan pertama sebab
penjelajahan lain dari arah sebaliknya -- dari Amerika ke Eropa -jauh sebelum Columbus menemukan Amerika.
Para peneliti itu menelusuri jejak genetik asli sebuah keluarga di Islandia. Peneliti percaya bahwa warga Amerika pertama tiba di Eropa sekitar abad ke sepuluh. Sekitar lima ratus tahun sebelum Columbus melakukan penjelajahan dan menemukan benua Amerika pada 1492.
Riset menunjukkan, seorang wanita asal Amerika Utara kemungkinan besar sudah berada di Islandia sekitar tahun 1000 masehi. Islandia merupakan sebuah negara pulau di Eropa yang terkenal akan legenda pelaut perompak bengis, Viking. Dari gen yang ditemukan, wanita ini diperkirakan berusia 80 tahun.
Peneliti meyakini, gen yang ditemukan itu merupakan leluhur dari warga keturunan yang berada di Islandia Utara. Lokasi tepatnya tak jauh di sekitar sungai es gletser di Vatnaj Kull. Diperkirakan mereka datang ke wilayah ini melalui jalur Asia.
"Sebagai sebuah pulau yang terisolasi pada abad kesepuluh, kemungkinan besar yang terjadi adalah gen itu berasal dari wanita Amerindian (Amerika-Indian) yang dibawa dari Amerika oleh gerombolan Viking sekitar tahun 1000 masehi," kata Carles Lalueza-Fox, dari the Pompeu Fabra university di Spanyol.
Penemuan pemukiman Viking ini diperkirakan dari yang pernah ada sebelumnya. Pemukiman Viking tertua sebelumnya ditemukan di timur Kanada, sekitar Terranova. Pemukiman yang diberi nama L'Anse aux Meadows itu diperkirakan dihuni pada abad kesebelas.
Peneliti akan berupaya keras menjaga gen Amerindian pertama yang tiba di Islandia ini, untuk mencari tahu hubungan garis keturunannya terhadap warga Amerika. Para peneliti kemudian menyebut lokasi ini merupakan dunia baru.
Para Ahli Astronomi Temukan Lubang Hitam Baru
Antara - Selasa, 16 November
Washington (ANTARA/Reuters) - Satu ledakan bintang pada 30 tahun yang lalu di dekat galaksi diduga menciptakan lubang hitam baru, demikian laporan para ahli astronomi, Senin.
Pengamatan yang dilakukan melalui sinar infra mengatakan supernova yang dijuluki SN 1979C merupakan lubang hitam yang sedang terbentuk, ujar sebuah regu ahli astronomi yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.
"Jika perkiraan kami benar, itu merupakan contoh terdekat bagi pengamatan penciptaan sebuah lubang hitam," ujar seorang ahli Astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center di Massachusetts, Daniel Patnaude, yang memimpin penelitian itu.
Seorang ahli astronomi amatir dari Maryland, Gus Johnson, menemukan supernova pada 1979 di tepi sebuah galaksi yang bernama M100, kemudian para ahli astronomi lain meneliti hal tersebut setelah penemuannya. Cahaya dan sinar infra dari pecahan telah memakan waktu selama 50 juta tahun untuk menuju ke bumi dengan kecepatan cahaya sebesar 300.000 kilometer per-detik atau sekitar 10 triliun kilometer per-tahunnya.
Pusat Pengamatan Sinar Infra Chandra milik NASA, Badan Antariksa Eropa XMM-Newton, dan Pusat Pengamatan Rosat milik Jerman telah menyaksikan bahwa itu memancarkan sumber sinar infra stabil yang terang.
Analisis sinar infra mendukung ide bahwa benda yang diamati merupakan lubang hitam dan itu juga akan menarik masuk benda yang jatuh dari sebuah supernova atau mungkin dari bintang kembar, ujar para ahli astronomi.
Para ilmuwan percaya bahwa lubang hitam dapat tercipta melalui beberapa cara yang dalam hal ini karena sebuah bintang yang berukuran sekitar 20 kali massa dari Matahari yang akan menjadi supernova dan kemudian meledak menjadi beberapa benda yang padat yang menghisap benda-benda di sekitarnya kedalam inti lubang hitam itu.
Washington (ANTARA/Reuters) - Satu ledakan bintang pada 30 tahun yang lalu di dekat galaksi diduga menciptakan lubang hitam baru, demikian laporan para ahli astronomi, Senin.
Pengamatan yang dilakukan melalui sinar infra mengatakan supernova yang dijuluki SN 1979C merupakan lubang hitam yang sedang terbentuk, ujar sebuah regu ahli astronomi yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.
"Jika perkiraan kami benar, itu merupakan contoh terdekat bagi pengamatan penciptaan sebuah lubang hitam," ujar seorang ahli Astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center di Massachusetts, Daniel Patnaude, yang memimpin penelitian itu.
Seorang ahli astronomi amatir dari Maryland, Gus Johnson, menemukan supernova pada 1979 di tepi sebuah galaksi yang bernama M100, kemudian para ahli astronomi lain meneliti hal tersebut setelah penemuannya. Cahaya dan sinar infra dari pecahan telah memakan waktu selama 50 juta tahun untuk menuju ke bumi dengan kecepatan cahaya sebesar 300.000 kilometer per-detik atau sekitar 10 triliun kilometer per-tahunnya.
Pusat Pengamatan Sinar Infra Chandra milik NASA, Badan Antariksa Eropa XMM-Newton, dan Pusat Pengamatan Rosat milik Jerman telah menyaksikan bahwa itu memancarkan sumber sinar infra stabil yang terang.
Analisis sinar infra mendukung ide bahwa benda yang diamati merupakan lubang hitam dan itu juga akan menarik masuk benda yang jatuh dari sebuah supernova atau mungkin dari bintang kembar, ujar para ahli astronomi.
Para ilmuwan percaya bahwa lubang hitam dapat tercipta melalui beberapa cara yang dalam hal ini karena sebuah bintang yang berukuran sekitar 20 kali massa dari Matahari yang akan menjadi supernova dan kemudian meledak menjadi beberapa benda yang padat yang menghisap benda-benda di sekitarnya kedalam inti lubang hitam itu.
Tuesday, October 5, 2010
Teori Waktu
Pernah merasa waktu berjalan cepat atau terasa begitu lambat? Seperti saat waktu berlalu begitu cepat ketika Anda sedang bersama teman- teman atau saat waktu terasa begitu lambat ketika Anda terjebak dalam hujan. Tapi Anda tidak bisa mempercepat atau memperlambat waktu kan?
Waktu selalu berjalan dalam kecepatan yang konstan. Einstein tidak berpikir demikian. Ide dia adalah semakin kita mendekati kecepatan cahaya, semakin lambat waktunya relatif dibandingkan kondisi orang yang tidak bergerak. Dia menyebutnya melambatnya waktu karena gerakan. Tidak mungkin, kamu bilang? Oke, bayangkan ini. Kamu berdiri di bumi, memegang jam. Teman baikmu ada di dalam roket dengan kecepatan 250.000 km/detik. Temanmu juga memegang sebuah jam. Kalau kamu bisa melihat jam yang dibawa temanmu, kamu akan melihat bahwa jam itu tampak berjalan lebih lambat daripada jam kamu. Sebaliknya temanmu akan merasa jam yang ia bawa berjalan biasa2 aja (tidak melambat), dia pikir malah jam kamu yang tampak berjalan lebih lambat.
Masih bingung? Ingat, Einstein butuh 8 tahun untuk menemukan hal ini. Dan dia dianggap jenius. Einstein memberikan contoh untuk menunjukan efek perlambatan waktu yang dia sebut “paradoks kembar”. Seperti permainan penjelajah waktu. Mari kita mencobanya dengan menganggap ada 2 orang kembar bernama Eyne dan Stine. Dua2nya kita anggap berumur 10 tahun. Eyne memutuskan dia sudah bosan di bumi dan perlu liburan. Dia mendengar bahwa ada hal yang menarik di sistem bintang Alpha3, yang berjarak 25 tahun cahaya. Stine yang harus mengikuti ujian matematika minggu depan, harus tinggal di rumah untuk belajar. Jadi Eyne berangkat sendiri. Ingin sampai secepatnya di sana, dia memutuskan untuk berjalan dengan kecepatan 99,99% kecepatan cahaya. Perjalanan ke sistem bintang itu bolak balik membutuhkan waktu 50 tahun. Apa yang terjadi ketika Eyne kembali? Stine sudah 60 tahun, tapi Eyen masih berumur 10 ½ tahun. Bagaimana mungkin? Eyne sudah pergi selama 50 tahun tapi hanya bertambah umur ½ tahun! Hey, apakah Eyne baru saja menemukan mata air awet muda!
Ide Einstein tentang waktu yang melambat tampak benar dan semua adalah teori, tapi bagaimana kamu tahu kalau dia benar? Salah satu cara adalah dengan naik roket dan memacu roket itu mendekati kecepatan cahaya. Tapi sampai saat ini, kita belum bisa melakukannya. Tapi ada satu cara untuk mengetestnya. Bagaimana kita tahu kalau Einstein tidak salah? Percobaan ini mungkin bisa memberikan penjelasan atas idenya. Jam atom adalah jam yang sangat akurat, bisa mengukur satuan waktu yang sangat kecil. Sepersejutaan detik bisa diukur. Di tahun 1971, ilmuwan menggunakan jam ini untuk mengetest ide Einstein. Satu jam atom diset di atas bumi, dan satu lagi dibawa keliling dunia menggunakan pesawat jet dengan kecepatan 966 km/jam. Pada awalnya kedua jam itu diset agar menunjukan waktu yang sama. Apa yang terjadi ketika jam dibawa mengelilingi dunia dan kemudian kembali ke titik di tempat jam satunya lagi berada? Sesuai perkiraan Einstein, kedua jam itu sudah tidak menunjukan waktu yang sama. Jam yang sudah dibawa keliling dunia, menunjukan keterlambatan waktu seperberapa juta detik!
Kamu mungkin bertanya kenapa kok bedanya begitu kecil? Pertanyaan yang bagus! Yah, 966 km/jam cukup cepat, tapi masih belum mendekati kecepatan cahaya. Untuk melihat perbedaan waktu yang signifikan, kamu harus melaju dengan sangat lebih cepat.
Waktu selalu berjalan dalam kecepatan yang konstan. Einstein tidak berpikir demikian. Ide dia adalah semakin kita mendekati kecepatan cahaya, semakin lambat waktunya relatif dibandingkan kondisi orang yang tidak bergerak. Dia menyebutnya melambatnya waktu karena gerakan. Tidak mungkin, kamu bilang? Oke, bayangkan ini. Kamu berdiri di bumi, memegang jam. Teman baikmu ada di dalam roket dengan kecepatan 250.000 km/detik. Temanmu juga memegang sebuah jam. Kalau kamu bisa melihat jam yang dibawa temanmu, kamu akan melihat bahwa jam itu tampak berjalan lebih lambat daripada jam kamu. Sebaliknya temanmu akan merasa jam yang ia bawa berjalan biasa2 aja (tidak melambat), dia pikir malah jam kamu yang tampak berjalan lebih lambat.
Masih bingung? Ingat, Einstein butuh 8 tahun untuk menemukan hal ini. Dan dia dianggap jenius. Einstein memberikan contoh untuk menunjukan efek perlambatan waktu yang dia sebut “paradoks kembar”. Seperti permainan penjelajah waktu. Mari kita mencobanya dengan menganggap ada 2 orang kembar bernama Eyne dan Stine. Dua2nya kita anggap berumur 10 tahun. Eyne memutuskan dia sudah bosan di bumi dan perlu liburan. Dia mendengar bahwa ada hal yang menarik di sistem bintang Alpha3, yang berjarak 25 tahun cahaya. Stine yang harus mengikuti ujian matematika minggu depan, harus tinggal di rumah untuk belajar. Jadi Eyne berangkat sendiri. Ingin sampai secepatnya di sana, dia memutuskan untuk berjalan dengan kecepatan 99,99% kecepatan cahaya. Perjalanan ke sistem bintang itu bolak balik membutuhkan waktu 50 tahun. Apa yang terjadi ketika Eyne kembali? Stine sudah 60 tahun, tapi Eyen masih berumur 10 ½ tahun. Bagaimana mungkin? Eyne sudah pergi selama 50 tahun tapi hanya bertambah umur ½ tahun! Hey, apakah Eyne baru saja menemukan mata air awet muda!
Ide Einstein tentang waktu yang melambat tampak benar dan semua adalah teori, tapi bagaimana kamu tahu kalau dia benar? Salah satu cara adalah dengan naik roket dan memacu roket itu mendekati kecepatan cahaya. Tapi sampai saat ini, kita belum bisa melakukannya. Tapi ada satu cara untuk mengetestnya. Bagaimana kita tahu kalau Einstein tidak salah? Percobaan ini mungkin bisa memberikan penjelasan atas idenya. Jam atom adalah jam yang sangat akurat, bisa mengukur satuan waktu yang sangat kecil. Sepersejutaan detik bisa diukur. Di tahun 1971, ilmuwan menggunakan jam ini untuk mengetest ide Einstein. Satu jam atom diset di atas bumi, dan satu lagi dibawa keliling dunia menggunakan pesawat jet dengan kecepatan 966 km/jam. Pada awalnya kedua jam itu diset agar menunjukan waktu yang sama. Apa yang terjadi ketika jam dibawa mengelilingi dunia dan kemudian kembali ke titik di tempat jam satunya lagi berada? Sesuai perkiraan Einstein, kedua jam itu sudah tidak menunjukan waktu yang sama. Jam yang sudah dibawa keliling dunia, menunjukan keterlambatan waktu seperberapa juta detik!
Kamu mungkin bertanya kenapa kok bedanya begitu kecil? Pertanyaan yang bagus! Yah, 966 km/jam cukup cepat, tapi masih belum mendekati kecepatan cahaya. Untuk melihat perbedaan waktu yang signifikan, kamu harus melaju dengan sangat lebih cepat.
Big Bang Theory
The Big Bang theory is an effort to explain what happened at the very beginning of our universe. Discoveries in astronomy and physics have shown beyond a reasonable doubt that our universe did in fact have a beginning. Prior to that moment there was nothing; during and after that moment there was something: our universe. The big bang theory is an effort to explain what happened during and after that moment.
According to the standard theory, our universe sprang into existence as "singularity" around 13.7 billion years ago. What is a "singularity" and where does it come from? Well, to be honest, we don't know for sure. Singularities are zones which defy our current understanding of physics. They are thought to exist at the core of "black holes." Black holes are areas of intense gravitational pressure. The pressure is thought to be so intense that finite matter is actually squished into infinite density (a mathematical concept which truly boggles the mind). These zones of infinite density are called "singularities." Our universe is thought to have begun as an infinitesimally small, infinitely hot, infinitely dense, something - a singularity. Where did it come from? We don't know. Why did it appear? We don't know.
After its initial appearance, it apparently inflated (the Big Bang), expanded and cooled, going from very, very small and very, very hot, to the size and temperature of our current universe. It continues to expand and cool to this day and we are inside of it: incredible creatures living on a unique planet, circling a beautiful star clustered together with several hundred billion other stars in a galaxy soaring through the cosmos, all of which is inside of an expanding universe that began as an infinitesimal singularity which appeared out of nowhere for reasons unknown. This is the Big Bang theory.
There are many misconceptions surrounding the Big Bang theory. For example, we tend to imagine a giant explosion. Experts however say that there was no explosion; there was (and continues to be) an expansion. Rather than imagining a balloon popping and releasing its contents, imagine a balloon expanding: an infinitesimally small balloon expanding to the size of our current universe.
Another misconception is that we tend to image the singularity as a little fireball appearing somewhere in space. According to the many experts however, space didn't exist prior to the Big Bang. Back in the late '60s and early '70s, when men first walked upon the moon, "three British astrophysicists, Steven Hawking, George Ellis, and Roger Penrose turned their attention to the Theory of Relativity and its implications regarding our notions of time. In 1968 and 1970, they published papers in which they extended Einstein's Theory of General Relativity to include measurements of time and space. According to their calculations, time and space had a finite beginning that corresponded to the origin of matter and energy. The singularity didn't appear space; rather, space began inside of the singularity. Prior to the singularity, existed, not space, time, matter, or energy - nothing. So where and in what did the singularity appear if not in space? We don't know. We don't know where it came from, why it's here, or even where it is. All we really know is that we are inside of it and at one time it didn't exist and neither did we.
What are the major evidences which support the Big Bang theory?
First of all, we are reasonably certain that the universe had a beginning.
Second, galaxies appear to be moving away from us at speeds proportional to their distance. This is called Hubble's Law, named after Edwin Hubble (1889-1953) who discovered this phenomenon in 1929. This observation supports the expansion of the universe and suggests that the universe was once compacted.
Third, if the universe was initially very, very hot as the Big Bang suggests, we should be able to find some remnant of this heat. In 1965, Radioastronomers Arno Penzias and Robert Wilson discovered a 2.725 degree Kelvin (-454.765 degree Fahrenheit, -270.425 degree Celsius) Cosmic Microwave Background radiation (CMB) which pervades the observable universe. This is thought to be the remnant which scientists were looking for. Penzias and Wilson shared in the 1978 Nobel Prize for Physics for their discovery. Finally, the abundance of the "light elements" Hydrogen and Helium found in the observable universe are thought to support the Big Bang model of origins.
Is the standard Big Bang theory the only model consistent with these evidences? No, it's just the most popular one. Internationally renown Astrophysicist George F. R. Ellis explains: "People need to be aware that there is a range of models that could explain the observations….For instance, I can construct you a spherically symmetrical universe with Earth at its center, and you cannot disprove it based on observations….You can only exclude it on philosophical grounds. In my view there is absolutely nothing wrong in that. What I want to bring into the open is the fact that we are using philosophical criteria in choosing our models. A lot of cosmology tries to hide that
In 2003, Physicist Robert Gentry proposed an attractive alternative to the standard theory, an alternative which also accounts for the evidences listed above. Dr. Gentry claims that the standard Big Bang model is founded upon a faulty paradigm (the Friedmann-lemaitre expanding-spacetime paradigm) which he claims is inconsistent with the empirical data. He chooses instead to base his model on Einstein's static-spacetime paradigm which he claims is the "genuine cosmic Rosetta." Gentry has published several papers outlining what he considers to be serious flaws in the standard Big Bang model. Other high-profile dissenters include Nobel laureate Dr. Hannes Alfvén, Professor Geoffrey Burbidge, Dr. Halton Arp, and the renowned British astronomer Sir Fred Hoyle, who is accredited with first coining the term "the Big Bang" during a BBC radio broadcast in 1950.
Any discussion of the Big Bang theory would be incomplete without asking the question, what about God? This is because cosmogony (the study of the origin of the universe) is an area where science and theology meet. Creation was a supernatural event. That is, it took place outside of the natural realm. This fact begs the question: is there anything else which exists outside of the natural realm? Specifically, is there a master Architect out there? We know that this universe had a beginning. Was God the ? First Cause? We won't attempt to answer that question in this short article. We just ask the question:
Does God exist? An answer to this fundamental question is a prerequisite for answering the other big questions of life: Where did we come from? Why are we here? Do we serve a purpose? Do we have any intrinsic value? What happens after we die? The question of the existence of God is fundamental.
Before we ask the question ;Does God exist? we first have to deal with our philosophical predispositions. If, for example, I am already dedicated to the philosophical idea that nothing can exist outside of the natural realm (i.e. there can be no supernatural God), no amount of evidence could convince me otherwise. Asking the question "does God exist?" would be pointless. My answer would be "No, He doesn't," regardless of whether God truly exists or not. The question would be impossible to answer from an evidentiary standpoint simply because anything which God might have done (that is, any supernatural act which might serve as evidence for His existence) would have to be explained away in terms of natural causes, not because we know what those natural causes could possibly be, but simply because a supernatural God is not allowed to exist!
Dr. Richard Lewontin, the Alexander Agassiz Professor of Zoology at Harvard University, put it like this: "It is not that the methods and institutions of science somehow compel us to accept a material explanation of the phenomenal world, but, on the contrary, that we are forced by our a priori adherence to material causes to create an apparatus of investigation and a set of concepts that produce material explanations, no matter how counterintuitive, no matter how mystifying to the uninitiated. Moreover, that materialism is absolute, for cannot allow a Divine Foot in the door (Richard Lewontin, "Billions and Billions of Demons, January 9, 1997, p. 28).
If, on the other hand, I were neutral, and didn't already have an "a priori adherence" to a particular worldview (be it naturalistic or otherwise), the question "does God really exist?" wouldn't be pointless at all. Rather, it would be the first step in an objective and meaningful search for ultimate truth. Our willingness to ask the question with an open mind is fundamental to our ability to discover the truth behind the answer. So first of all, before you even ask the question, decide whether or not you're really willing to accept the answer.
Does God Exist - Things to Consider
According to the standard theory, our universe sprang into existence as "singularity" around 13.7 billion years ago. What is a "singularity" and where does it come from? Well, to be honest, we don't know for sure. Singularities are zones which defy our current understanding of physics. They are thought to exist at the core of "black holes." Black holes are areas of intense gravitational pressure. The pressure is thought to be so intense that finite matter is actually squished into infinite density (a mathematical concept which truly boggles the mind). These zones of infinite density are called "singularities." Our universe is thought to have begun as an infinitesimally small, infinitely hot, infinitely dense, something - a singularity. Where did it come from? We don't know. Why did it appear? We don't know.
After its initial appearance, it apparently inflated (the Big Bang), expanded and cooled, going from very, very small and very, very hot, to the size and temperature of our current universe. It continues to expand and cool to this day and we are inside of it: incredible creatures living on a unique planet, circling a beautiful star clustered together with several hundred billion other stars in a galaxy soaring through the cosmos, all of which is inside of an expanding universe that began as an infinitesimal singularity which appeared out of nowhere for reasons unknown. This is the Big Bang theory.
There are many misconceptions surrounding the Big Bang theory. For example, we tend to imagine a giant explosion. Experts however say that there was no explosion; there was (and continues to be) an expansion. Rather than imagining a balloon popping and releasing its contents, imagine a balloon expanding: an infinitesimally small balloon expanding to the size of our current universe.
Another misconception is that we tend to image the singularity as a little fireball appearing somewhere in space. According to the many experts however, space didn't exist prior to the Big Bang. Back in the late '60s and early '70s, when men first walked upon the moon, "three British astrophysicists, Steven Hawking, George Ellis, and Roger Penrose turned their attention to the Theory of Relativity and its implications regarding our notions of time. In 1968 and 1970, they published papers in which they extended Einstein's Theory of General Relativity to include measurements of time and space. According to their calculations, time and space had a finite beginning that corresponded to the origin of matter and energy. The singularity didn't appear space; rather, space began inside of the singularity. Prior to the singularity, existed, not space, time, matter, or energy - nothing. So where and in what did the singularity appear if not in space? We don't know. We don't know where it came from, why it's here, or even where it is. All we really know is that we are inside of it and at one time it didn't exist and neither did we.
What are the major evidences which support the Big Bang theory?
First of all, we are reasonably certain that the universe had a beginning.
Second, galaxies appear to be moving away from us at speeds proportional to their distance. This is called Hubble's Law, named after Edwin Hubble (1889-1953) who discovered this phenomenon in 1929. This observation supports the expansion of the universe and suggests that the universe was once compacted.
Third, if the universe was initially very, very hot as the Big Bang suggests, we should be able to find some remnant of this heat. In 1965, Radioastronomers Arno Penzias and Robert Wilson discovered a 2.725 degree Kelvin (-454.765 degree Fahrenheit, -270.425 degree Celsius) Cosmic Microwave Background radiation (CMB) which pervades the observable universe. This is thought to be the remnant which scientists were looking for. Penzias and Wilson shared in the 1978 Nobel Prize for Physics for their discovery. Finally, the abundance of the "light elements" Hydrogen and Helium found in the observable universe are thought to support the Big Bang model of origins.
Is the standard Big Bang theory the only model consistent with these evidences? No, it's just the most popular one. Internationally renown Astrophysicist George F. R. Ellis explains: "People need to be aware that there is a range of models that could explain the observations….For instance, I can construct you a spherically symmetrical universe with Earth at its center, and you cannot disprove it based on observations….You can only exclude it on philosophical grounds. In my view there is absolutely nothing wrong in that. What I want to bring into the open is the fact that we are using philosophical criteria in choosing our models. A lot of cosmology tries to hide that
In 2003, Physicist Robert Gentry proposed an attractive alternative to the standard theory, an alternative which also accounts for the evidences listed above. Dr. Gentry claims that the standard Big Bang model is founded upon a faulty paradigm (the Friedmann-lemaitre expanding-spacetime paradigm) which he claims is inconsistent with the empirical data. He chooses instead to base his model on Einstein's static-spacetime paradigm which he claims is the "genuine cosmic Rosetta." Gentry has published several papers outlining what he considers to be serious flaws in the standard Big Bang model. Other high-profile dissenters include Nobel laureate Dr. Hannes Alfvén, Professor Geoffrey Burbidge, Dr. Halton Arp, and the renowned British astronomer Sir Fred Hoyle, who is accredited with first coining the term "the Big Bang" during a BBC radio broadcast in 1950.
Any discussion of the Big Bang theory would be incomplete without asking the question, what about God? This is because cosmogony (the study of the origin of the universe) is an area where science and theology meet. Creation was a supernatural event. That is, it took place outside of the natural realm. This fact begs the question: is there anything else which exists outside of the natural realm? Specifically, is there a master Architect out there? We know that this universe had a beginning. Was God the ? First Cause? We won't attempt to answer that question in this short article. We just ask the question:
Does God exist? An answer to this fundamental question is a prerequisite for answering the other big questions of life: Where did we come from? Why are we here? Do we serve a purpose? Do we have any intrinsic value? What happens after we die? The question of the existence of God is fundamental.
Before we ask the question ;Does God exist? we first have to deal with our philosophical predispositions. If, for example, I am already dedicated to the philosophical idea that nothing can exist outside of the natural realm (i.e. there can be no supernatural God), no amount of evidence could convince me otherwise. Asking the question "does God exist?" would be pointless. My answer would be "No, He doesn't," regardless of whether God truly exists or not. The question would be impossible to answer from an evidentiary standpoint simply because anything which God might have done (that is, any supernatural act which might serve as evidence for His existence) would have to be explained away in terms of natural causes, not because we know what those natural causes could possibly be, but simply because a supernatural God is not allowed to exist!
Dr. Richard Lewontin, the Alexander Agassiz Professor of Zoology at Harvard University, put it like this: "It is not that the methods and institutions of science somehow compel us to accept a material explanation of the phenomenal world, but, on the contrary, that we are forced by our a priori adherence to material causes to create an apparatus of investigation and a set of concepts that produce material explanations, no matter how counterintuitive, no matter how mystifying to the uninitiated. Moreover, that materialism is absolute, for cannot allow a Divine Foot in the door (Richard Lewontin, "Billions and Billions of Demons, January 9, 1997, p. 28).
If, on the other hand, I were neutral, and didn't already have an "a priori adherence" to a particular worldview (be it naturalistic or otherwise), the question "does God really exist?" wouldn't be pointless at all. Rather, it would be the first step in an objective and meaningful search for ultimate truth. Our willingness to ask the question with an open mind is fundamental to our ability to discover the truth behind the answer. So first of all, before you even ask the question, decide whether or not you're really willing to accept the answer.
Does God Exist - Things to Consider
Friday, January 29, 2010
The iPad: Some questions & answers
Thu Jan 28, 2010 10:46AM EST
So, what kind of ports will you get on the iPad, anyway? What's it like typing on the virtual QWERTY keypad? How do videos look? What's the deal with GPS? And how much will the keyboard dock cost?
I'm going to do my best to answer some of these outstanding questions about the iPad, with help from the details on Apple's iPad Web site along with first-hand reports from Wednesday's event in San Francisco. (I'm based in New York, so I've been following along here with the invaluable assistance from all manner of live blogs, photos, videos, and even the surreptitious live audio feeds from intrepid audience members at yesterday's unveiling; Apple has since posted video of the event here.)
Of course, the iPad questions and answers below are only scratching the surface; if I don't end up answering your specific question below, please post it in the comments below and I'll circle back in a follow-up post.
So, all set? Here we go ...
What about ports and buttons?
iLounge has an impressively detailed report (plus plenty of photos and videos) on all the physical aspects of the iPad, but I'm just going to focus on ports and controls here. As with the iPhone, the front of the iPad is essentially featureless save for the Home key at the bottom of the 9.7-inch display; along the top, you'll find a "sleep" switch, a 3.5mm headset jack, and a tiny hole for the built-in microphone (so yes, the iPad does have a microphone). On the right edge are the volume and mute buttons, while the speaker and Apple's standard 30-pin connector sit along the bottom. That's what's there ... so what's missing? A USB port and a card reader, namely. (Apple will be offering a "Camera Accessory Kit" with separate adapters for USB and SD memory cards for $29, iLounge reports.)
How's the virtual QWERTY keypad?
Just so-so, from what I've been hearing. As we saw yesterday, the iPad's virtual keypad is (obviously) much bigger than that of the iPhone or iPod Touch; in fact, it's nearly the same size as a standard QWERTY keyboard. Unfortunately, the iPad keypad is "almost too wide for thumb typing," Walt Mossberg complains, and you can't type with both hands without putting the iPad down ... and that could be a problem too, says Gizmodo, because of the iPad's curved back panel: "Sitting flat on the table ... the iPad sort of wobbles ... so the virtual keyboard becomes that much more difficult to use." Of course, you could always use the optional keyboard dock that Apple announced yesterday ... but at that point, I'd argue, you might as well just pull out your MacBook.
What's the deal with the docks?
OK, so Apple announced two docks that'll go with the iPad. One is a standard dock with a 30-pin connector that charges the iPad and tilts it at a good reading angle; you also get an audio port in the back for connecting a pair of stereo speakers. The standard dock goes for $29; meanwhile, for $69, you can get basically the same dock with a standard Apple keyboard attached in front. Finally, Apple will also sell a black iPad Case ($39) with a flip that acts as a kickstand for watching movies, slideshows, or presentations.
How do videos look?
Amazing, apparently. "Stunning," says the San Francisco Chronicle, while iLounge crows about the "strong, rich colors" and "great viewing angles." iLounge also reports that while the iPad's 1024-by-768 display isn't quite capable of displaying 720p videos at full resolution, the device can play 720p H.264 video files (albeit downscaled to the native resolution of the iPad's screen), so I'm curious whether it'll be possible to rent and watch an HD movie on the iPad itself. In other words, it sounds like watching a feature-length movie on the iPad will be a lovely experience, especially when you're sharing a friend. That said, the iPad's single built-in speaker probably won't make for a cinema-worthy experience, so don't forget your earbuds. Also, if you were hoping to play true 720p-quality video from the iPad on an external display, sorry, no dice ... external output over Apple's Component AV cable is limited to 576p. Also: Like the iPhone and the iPod Touch, the aspect ratio of the iPad screen is 4:3, meaning that you'll have to be content with letterboxing in the case of widescreen videos.
How's the iPad's overall performance?
Pretty speedy, says Gizmodo: "It's fasssst ... It feels at least a generation faster than the iPhone 3GS. Lags and waits are gone, and the OS and apps respond just as quickly as you'd hope."
How do iBooks look?
Most of the impressions I've read have praised the sharp, easy-to-read text on the iPad's iBooks reader, as well as the three-dimensional look of the page-flipping animations. But in the end, as iLounge notes, iBooks "falls short of really bringing books forward into the 21st Century ... they are basically the same black and white things you see on an Amazon Kindle or Barnes and Noble Nook." That shouldn't come as a huge surprise—books are, after all, just text on a page—but still, worth noting.
What about 3G?
Apple says that it'll sell iPads with embedded 3G for $130 over the standard iPad models, meaning the 16GB 3G iPad will be $629 (versus $499 for the Wi-Fi-only version), the 32GB 3G model will be $729 (instead of $599), and the 64GB 3G flavor will be $829 (rather than $699). For now, only AT&T is offering a specific iPad data plan: $30 a month prepaid for unlimited data (and, thankfully, no contract), or $15 for 250MB of monthly data. International plans will be announced this summer, Apple said.
OK, but what about GPS?
Well, it depends on what model you get. According to Apple's (somewhat vague) specs, the 3G-enabled iPads will support assisted GPS with cell-tower triangulation, while the Wi-Fi-only model will have to depend on nearby Wi-Fi networks to determine (more or less) your general location. In other words, if you want an iPad that's an ace at pinpointing your location on the maps app, you'll have to pay an extra $130 for the 3G-embedded models. That said, both the 3G and Wi-Fi-only iPads come with on-board digital compasses and accelerometers.
Subscribe to:
Posts (Atom)