Saturday, January 30, 2010

Pato Tak Sabar Hadapi Manchester United


VIVAnews
By Irvan Beka - Jumat, 29 Januari

VIVAnews - Striker AC Milan Alexandre Pato yakin dirinya akan mencapai kebugaran saat partai penting melawan Manchester United di Liga Champions. Pato baru saja tiba dari Brasil setelah menjalani perawatan untuk menyembuhkan cedera ototnya.

Kepada Italia 7 Gold, Kamis, 28 Januari 2010, ia merasa kondisi fisiknya makin membaik.

"Saya merasa enak dan pasti saya akan bisa main saat melawan MU 16 Februari nanti," ujar Pato.

Milan saat ini sedang mengalami masa yang sulit. Mereka kemarin malam kalah 0-1 dari Udinese di perempat final Coppa setelah beberapa hari sebelumnya takluk pada Inter Milan.

"Saya nonton derby itu di televisi. Kami kalah tapi persaingan belum berakhir. Masih banyak pertandingan yang tersisa."

Sky Siarkan Arsenal-MU 3 Dimensi


Tempo
Tempo - Jumat, 29 Januari

TEMPO Interaktif, London - Jaringan televisi Inggris, Sky Sports, mengatakan akan menayangkan tayangan olahraga untuk pertama kalinya dengan tampilan 3 dimensi ketika Arsenal menjamu Manchester United, Minggu nanti.

Suporter akan menggunakan kacamata khusus di sembilan pub di seantero Inggris dan Irlandia, yang menyediakan tayangan sepak bola 3 dimensi yang pertama kali diluncurkan oleh Sky pada April tahun lalu.

Tayangan percobaan 3 dimensi hanya terbatas bisa dinikmati di Inggris dan Amerika Serikat. Itu termasuk satu layar besar di stadion anyar Dallas Cowboys. Namun saluran BskyB akan mentranmisikan laga The Gunners versus Red Devils melalui dekoder satelit untuk pub-pub yang sudah diseleksi di Inggris dan Irlandia.

Sky mengklaim tayangan 3 dimensi ditayangkan sepekan sebelum Inggris bersua dengan Wales pada laga rugbi. Publik Negeri Abang Sam tidak akan menjadi saksi tayangan 3 dimensi sampai Juni, ketika ESPN menayangkannya di Piala Dunia 2010.

Tim teknologi Sky, yang telah mengembangkan sistem 2 dimensi selama dua tahun, mendapat bantuan dari sutradara film Avatar, James Cameroon. "James adalah Evangelis yang massif jika membicarakan tentang 3 dimensi. Ia hidup, menghirup udara, dan makan dengan bertemu 3 dimensi. Ia ingin agar tayangan ini bisa dinikmati khalayak," kata Direktur Operasi Sky Darren Long kemarin.

"Baginya, ini mengenai bagaimana kami melakukannya, apa perlengkapan yang akan kami gunakan. Itu juga mencakup teknik film yang akan digunakan. Ia mengetahui semuanya. Keluarkan pesannya ke luar sana dengan baik kepada publik," Long melanjutkan.

Brasil Bikin Tenda di Johannesburg

Tempo
Tempo - Jumat, 29 Januari

TEMPO Interaktif,Sao Paulo:Juara dunia lima kali Brasil akan bermarkas di luar Johannesburg selama putaran awal Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengatakan tim akan bermarkas di Hotel Fairway di dekat Kota Randburg. Hotel itu terletak di dekat sebuah tempat bermain golf dan kini sedang direnovasi untuk keperluan Selecao.

Brasil akan berlaga dalam dua pertandingan di Johannesburg pada putaran awal melawan Korea Utara di Ells Park pada 15 Juni. Tim besutan Carlos Dunga juga akan meladeni permainan Pantai Gading di Stadion Soccer City pada 20 Juni.

Brasil akan melakoni laga final putaran awal Grup G melawan Portugal pada 25 Juni di Durban. Tim akan berlatih selama sepekan di selatan Brasil, Curitiba sebelum terbang ke Afsel.

Mou: Tolong Hormati Ferrara!

Tempo
Tempo - Jumat, 29 Januari

TEMPO Interaktif,Milan:Nasib buruk yang menimpa pelatih Juventus Ciro Ferrara juga dirasakan Jose Mourinho. Menurut Mou »tidak ada yang menghormati Ferrara”.

Kemenangan 2-1 yang didapat Inter dari Juve pada babak perempat final Coppa Italia semakin memojokkan posisi Ferrara di Turin. Kabarnya Presiden Nyonya Besar Jean-Claude Blanc telah menyiapkan nama pelatih sementara untuk menggantikan posisi pelatih 42 tahun itu.

»Kami adalah pria, kami mempunyai keluarga dan tidaklah bagus mendengar semua pembicaraan tentang semua pelatih di Italia,” kecam Mou, Jumat (29/1).

»Ferrara layak dihormati. Jika Juve memutuskan untuk membuat perubahan, kami tahu ini bagian dari kerja kami. Namun setidaknya kami (pelatih) masih duduk di bangku cadangan dan bekerja dengan penuh penghormatan,” terang Mou.

Ferrara tidak bisa dimintai komentarnya setelah Juve tersingkir dari Coppa Italia. Ia langsung berjalan ke belalai menuju kamar ganti pemain. »Saat ini tidak ada yang memberikan Ferrara rasa hormat. Namun saya menghormatinya,” tegas Mou.

Inggris Tambah Dua Pertandingan Persahabatan


VIVAnews
By Zika Zakiya - Jumat, 29 Januari

VIVAnews - Tim nasional Inggris akan memiliki dua pertandingan persahabatan pada bulan Maret dan Mei 2010 mendatang. Dua tim yang terpilih adalah Mesir dan Meksiko.

Mesir diladeni di Wembley, London, lebih dulu pada 3 Maret 2010. Berselang satu bulan kemudian barulah Meksiko yang akan bertandang ke London tepatnya pada 24 Mei 2010. Namun, untuk pertandingan terakhir ini, pihak Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) belum memberi kepastian.

Seperti dilansir Tribal, Jumat 29 Januari 2010, dua laga ini menjadi ajang pemanasan sebelum Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. The Three Lions lolos ke Afsel dengan status juara Grup 6 Kualifikasi Zona Eropa. Anak asuh Fabio Capello ini masuk Grup C bersama Amerika Serikat, Aljazair, dan Slovenia.

Sayangnya, Steven Gerrard dan kawan-kawan memiliki catatan kurang baik dalam sejumlah pertandingan persahabatan jelang PD 2010. Dalam lima friendly match periode Februari-November 2009, Inggris kalah dua kali, dua kali menang, dan sekali imbang.

Kekalahan pertama The Three Lions berasal dari juara Eropa 2008, Spanyol, di Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, Sevilla. Saat itu Inggris takluk 0-2 dari tuan rumah.

Sedangkan kekalahan terakhir The Three Lions terjadi saat meladeni Brasil di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar. Pada Sabtu 14 November 2009, Gerrard cs kalah 0-1.

Mourinho Pasang Badan Bela Ferrara

VIVAnews
By Zika Zakiya - Sabtu, 30 Januari

VIVAnews - Tekanan bertubi yang dialami oleh pelatih Juventus, Ciro Ferrara, mendatangkan simpati dari sesama rekan pelatih, Jose Mourinho. Mou -sapaan Mourinho- menilai kalau saat ini Ferrara 'tidak dihargai'.

"Kami ini pria, punya keluarga. Tidak baik membicarakan pelatih lain," kata Mou seperti dilansir Soccerway, Jumat 19 Januari 2010.

"Ferrara layak dihargai. Kalau memang klub memutuskan melakukan perubahan, kami sudah tahu kalau itu bagian dari pekerjaan. Tapi setidaknya ketika kami berada di bangku pemain, kami harus dihargai," ketusnya.

Bisa dibilang pembelaan ini dilakukan Mourinho karena memiliki kesamaan dengan Ferrara. Keduanya tengah menjadi sorotan media namun karena dua hal berbeda.

Mou terbilang sukses bersama Inter Milan di Serie A. Tapi ia tidak memiliki hubungan harmonis dengan media setempat. Mou bahkan pernah mendorong wartawan Il Corrie Dello Sport, Andrea Ramazotti.

Sedangkan Ferrara terpuruk nasibnya karena hasil buruk yang diterima Juventus. Bianconero kalah dalam dua laga terakhir di Coppa Italia dan Serie A. Bahkan kekalahan 1-2 atas Inter di perempat final Coppa Italia, Kamis 28 Januari 2010, membuat Juve tersingkir dari ajang tersebut.

"Saat ini tak satu pun yang menghargai Ferrara. Tidak satu orang pun. Tapi saya menghargainya," kata Mou.

Did Leonardo paint himself as "Mona Lisa"?


AP
By ALESSANDRA RIZZO, Associated Press Writer Alessandra Rizzo, Associated Press Writer – Thu Jan 28, 7:14 pm ET

ROME – The legend of Leonardo da Vinci is shrouded in mystery: How did he die? Are the remains buried in a French chateau really those of the Renaissance master? Was the "Mona Lisa" a self-portrait in disguise?

A group of Italian scientists believes the key to solving those puzzles lies with the remains — and they say they are seeking permission from French authorities to dig up the body to conduct carbon and DNA testing.

If the skull is intact, the scientists can go to the heart of a question that has fascinated scholars and the public for centuries: the identity of the "Mona Lisa." Recreating a virtual and then physical reconstruction of Leonardo's face, they can compare it with the smiling face in the painting, experts involved in the project told The Associated Press.

"We don't know what we'll find if the tomb is opened, we could even just find grains and dust," says Giorgio Gruppioni, an anthropologist who is participating in the project. "But if the remains are well kept, they are a biological archive that registers events in a person's life, and sometimes in their death."

The leader of the group, Silvano Vinceti, told the AP that he plans to press his case with the French officials in charge of the purported burial site at Amboise Castle early next week.

But the Italian enthusiasm may be premature.

In France, exhumation requires a long legal procedure, and precedent suggests it's likely to take even longer when it involves a person of great note such as Leonardo.

Jean-Louis Sureau, director of the medieval-era castle located in France's Loire Valley, said that once a formal request is made, a commission of experts would be set up. Any such request would then be discussed with the French Ministry of Culture, Sureau said.

Leonardo moved to France at the invitation of King Francis I, who named him "first painter to the king." He spent the last three years of his life there, and died in Cloux, near the monarch's summer retreat of Amboise, in 1519 at age 67.

The artist's original burial place, the palace church of Saint Florentine, was destroyed during the French Revolution and remains that are believed to be his were eventually reburied in the Saint-Hubert Chapel near the castle.

The tombstone says simply, "Leonardo da Vinci;" a notice at the site informs visitors they are the presumed remains of the artist, as do guidebooks.

"The Amboise tomb is a symbolic tomb; it's a big question mark," said Alessandro Vezzosi, the director of a museum dedicated to Leonardo in his Tuscan hometown of Vinci.

Vezzosi, who is not involved in the project, said that investigating the tomb could help identify the artist's bones with certainty and solve other questions, such as the cause of his death. He said he asked to open the tomb in 2004 to study the remains, but the Amboise Castle turned him down.

As for the latest Italian proposal, Vinceti says preliminary conversations took place several years ago and he plans to follow up with a request next week to set up a meeting to explain the project in detail. This would pave the way for a formal request, he said.

The group of 100 experts involved in the project, called the National Committee for Historical and Artistic Heritage, was created in 2003 with the aim of "solving the great enigmas of the past," said Vinceti, who has written books on art and literature.

Arguably the world's most famous painting, the "Mona Lisa" hangs in the Louvre in Paris, where it drew some 8.5 million visitors last year. Mystery has surrounded the identity of the painting's subject for centuries, with speculation ranging from the wife of a Florentine merchant to Leonardo's own mother.

That Leonardo intended the "Mona Lisa" as a self-portrait in disguise is a possibility that has intrigued and divided scholars. Theories have abounded: Some think that Leonardo's taste for pranks and riddles might have led him to conceal his own identity behind that baffling smile; others have speculated that, given Leonardo's presumed homosexuality, the painting hid an androgynous lover.

Some have used digital analysis to superimpose Leonardo's bearded self-portrait over the "Mona Lisa" to show how the facial features perfectly aligned.

If granted access to the grave site, the Italian experts plan to use a miniature camera and ground-penetrating radar — which produces images of an underground space using radar waves_ to confirm the presence of bones. The scientists would then exhume the remains and attempt to date the bones with carbon testing.

At the heart of the proposed study is the effort to ascertain whether the remains are actually Leonardo's, including with DNA testing.

Vezzosi questions the feasibility of a DNA comparison, saying he is unaware of any direct descendants of Leonardo or of tombs that could be attributed with certainty to the artist's close relatives.

Gruppioni said DNA extracted from the bones could also eventually be compared to DNA found elsewhere. For example, Leonardo is thought to have smudged colors on the canvas with his thumb, possibly using saliva, meaning DNA might be found on his paintings, though Gruppioni conceded this was a long shot.

Even in the absence of DNA testing, other tests could provide useful information, including whether the bones belonged to a man or woman, and whether the person died young or old.

"We can have various levels of probability in the attribution of the bones," Gruppioni said. "To have a very high probability, DNA testing is necessary."

The experts would also look for any pathology or other evidence of the cause of death. Tuberculosis or syphilis, for example, would leave significant traces in the bone structure, said Vinceti.

In the best-case scenario — that of a well-preserved skull — the group would take a CAT scan and reconstruct the face, said Francesco Mallegni, an anthropology professor who specializes in reconstructions and has recreated the faces of famous Italians, including Dante.

Even within the committee, experts are divided over the identity of the "Mona Lisa."

Vinceti believes that a tradition of considering the self-portrait to be not just a faithful imitation of one's features but a representation of one's spiritual identity may have resonated with Leonardo.

Vezzosi, the museum director, dismissed as "baseless and senseless" the idea that the "Mona Lisa" could be a self-portrait of Leonardo.

The painting is "like a mirror: Everybody starts from his own hypothesis or obsession and tries to find it there," Vezzosi said in a telephone interview.

He said most researchers believe the woman may have been either a concubine of the artist's sponsor, the Florentine nobleman Giuliano de Medici, or Lisa Gherardini, the wife of a rich silk merchant, Francesco del Giocondo. The traditional view is that the name "Mona Lisa" comes from the silk merchant's wife, as well as its Italian name: "La Gioconda."

Friday, January 29, 2010

What's in Salinger's safe?


AP
By HILLEL ITALIE, AP National Writer Hillel Italie, Ap National Writer – 56 mins ago

NEW YORK – So what about the safe?

The death this week of J.D. Salinger ends one of literature's most mysterious lives and intensifies one of its greatest mysteries: Was the author of "The Catcher in the Rye" keeping a stack of finished, unpublished manuscripts in a safe in his house in Cornish, N.H? Are they masterpieces, curiosities or random scribbles?

And if there are publishable works, will the author's estate release them?

The Salinger camp isn't talking.

No comment, says his literary representative, Phyllis Westberg, of Harold Ober Associates Inc.

No plans for any new Salinger books, reports his publisher, Little, Brown & Co.

Marcia B. Paul, an attorney for Salinger when the author sued last year to stop publication of a "Catcher" sequel, would not get on the phone Thursday.

His son, Matt Salinger, referred questions about the safe to Westberg.

Stories about a possible Salinger trove have been around for a long time. In 1999, New Hampshire neighbor Jerry Burt said the author had told him years earlier that he had written at least 15 unpublished books kept locked in a safe at his home. A year earlier, author and former Salinger girlfriend Joyce Maynard had written that Salinger used to write daily and had at least two novels stored away.

Salinger, who died Wednesday at age 91, began publishing short stories in the 1940s and became a sensation in the 1950s after the release of "Catcher," a novel that helped drive the already wary author into near-total seclusion. His last book, "Raise High the Roof Beam, Carpenters and Seymour," came out in 1963 and his last published work of any kind, the short story "Hapworth 16, 1924," appeared in The New Yorker in 1965.

Jay McInerney, a young star in the 1980s thanks to the novel "Bright Lights, Big City," is not a fan of Hapworth and skeptical about the contents of the safe.

"I think there's probably a lot in there, but I'm not sure if it's necessarily what we hope it is," McInerney said Thursday. "`Hapworth' was not a traditional or terribly satisfying work of fiction. It was an insane epistolary monologue, virtually shapeless and formless. I have a feeling that his later work is in that vein."

Author-editor Gordon Lish, who in the 1970s wrote an anonymous story that convinced some readers it was a Salinger original, said he was "certain" that good work was locked up in Cornish. Novelist Curtis Sittenfeld, frequently compared to Salinger because of her novel "Prep," was simply enjoying the adventure.

"I can't wait to find out!" she said. "In our age of shameless self-promotion, it's extraordinary, and kind of great, to think of someone really and truly writing for writing's sake."

Some of the great works of literature have been published after the author's death, and even against the author's will, including such Franz Kafka novels as "The Trial" and "The Castle," which Kafka had requested be destroyed.

Because so little is known about what Salinger was doing, it's so easy to guess. McInernay said he has an old girlfriend who met Salinger and was told that the author was mostly writing about health and nutrition. Lish said Salinger told him back in the 1960s that he was still writing about the Glass family, featured in much of Salinger's work.

But the Salinger papers might exist only in our dreams, like the second volume of Nikolai Gogol's "Dead Souls," which the Russian author burned near the end of his life. The Salinger safe also could turn into a version of Henry James' novella "The Aspern Papers," in which the narrator's pursuit of a late poet's letters ends with his being told that they were destroyed.

Margaret Salinger, the author's daughter, wrote in a memoir published in 2000 that J.D. Salinger had a precise filing system for his papers: A red mark meant the book could be released "as is," should the author die. A blue mark meant that the manuscript had to be edited.

"There is a marvelous peace in not publishing," J.D. Salinger told The New York Times in 1974. "Publishing is a terrible invasion of my privacy. I like to write. I love to write. But I write just for myself and my own pleasure."

naruto cosplay snapshoot






Alasan Mancini Usai City Ditekuk MU

VIVAnews
By Irvan Beka, Muhammad Hasits - Kamis, 28 Januari

VIVAnews - Manager Manchester City Roberto Mancini menegaskan timya kurang beruntung saat menghadapi Manchester United di Stadion Old Trafford, Kamis 27 Januari 2010. Menurutnya, anak asuhnya sudah bermain bagus sejak awal pertandingan.

"Kami memiliki kemungkinan besar untuk pergi ke final. Kami hanya di bawah tekanan selama 10 menit terakhir. Kami sangat tidak beruntung, tapi itulah sepak bola," kata Mancini seperti dilansir Manchester Evening News.

City terpaksa tertunduk lesu setelah Wayne Rooney melesakkan golnya di menit terakhir. Sebelumnya, Paul Scholes dan Michael Carrick menyumbang dua gol bagi United.

United dalam pertandingan itu mampu menekuk City dengan angka 3-1. Satu gol CIty dicetak Carlos Tevez. Dengan demikian, United berhak tampil di final Piala Carling setelah sebelumnya di semi final leg pertama City hanya mampu bermain 2-1. Agregat menjadi 4-3 untuk MU.

Mancini mengakui anak asuhnya itu sudah bermain dengan kolektif untuk mengimbangi permainan United. "Saya hanya bisa memuji permainan tim. Namun kami memiliki target piala lain dan mungkin City bisa memenangkan Piala FA," tegasnya.

Bellamy Dilempar Koin, MU Diinvestigasi FA


VIVAnews
By Edwan Ruriansyah, Zika Zakiya - Kamis, 28 Januari

VIVAnews - Kubu Manchester United diinvestigasi Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Ini terkait kasus pelemparan koin dan botol kepada penyerang Manchester City, Craig Bellamy di leg 2 semifinal Piala Liga (Carling Cup).

Dalam laga yang dimenangi MU 3-1 atas City itu, Bellamy juga dilempar tiga botol yang masih penuh berisi bir oleh penonton. Ini insiden ini terjadi saat pemain Wales itu hendak mengambil sepak pojok di babak kedua. Bellamy sampai bersujud sambil memegangi kepalanya mengamankan diri dari lemparan fans.

"Petugas keamanan kami telah mengidentifikasi dan menangkap pelempar koin itu," ujar juru bicara MU seperti dilansir Daily Mail.

Kiper MU, Edwin van der Sar, mengambili botol-botol itu. Van der Sar menghampiri fans agar tenang dan tak melempari Bellamy lagi.

Wasit Howard Webb sampai harus menunda pertandingan selama beberapa menit. Sampai kemudian datang bala bantuan dari petugas keamanan tambahan untuk mengamankan penonton.

Webb terlihat memegang barang bukti koin yang diambil gelandang City, Gareth Barry. Sedangkan Manajer City, Roberto Mancini, mengaku tak melihat kejadian itu karena berada di sisi yang jauh. Sebelumnya, 11 fans ditangkap jelang laga panas ini.

Ini membuat MU harus bersiap menghadapi kemungkinan sanksi dari FA atas perilaku pendukungnya itu. Namun, untuk saat ini MU bisa tersenyum lebar. Sebab, kemenangan itu membuat agregat kedua tim menjadi 4-3 untuk Setan Merah.

Itu sekaligus jadi tiket Wayne Rooney dan kawan-kawan menuju final Piala Liga di Wembley, 28 Februari 2010. Setan Merah akan mempertahankan gelar melawan Aston Villa.

Wayne Rooney Terus 'Marah' Lewat Gol-golnya


VIVAnews
By Edwan Ruriansyah, Zika Zakiya - Kamis, 28 Januari

VIVAnews - Kemenangan 3-1 Manchester United atas Manchester City di leg 2 Piala Liga Inggris (Carling Cup) mendatangkan satu aktor kemenangan. Siapa lagi kalau bukan Wayne Rooney, striker yang jadi pahlawan atas tiga gol MU.

Rooney memberi assist untuk gol pertama yang diciptakan Paul Scholes di menit 52. Daya magis Rooney kembali mencuat ketika membantu Michael Carrick menceploskan gol kedua Setan Merah di menit 71. Sebagai penutup di injury time babak kedua, Rooney menciptakan golnya sendiri.

"Kami layak untuk menang. Kami memulai dengan baik, tapi kemudian agak sedikit melambat. Namun, kami bisa menguasai mereka (City). Mereka tidak tahu harus berbuat apa dan tak bisa keluar (dari tekanan)," kata Rooney

kepada The Daily Mail selepas pertandingan, Rabu 27 Januari 2010 (Kamis dini hari WIB) di Old Trafford.

Penampilan gemilang itu merupakan lanjutan dari magis Rooney sebelumnya di Premier League. Sabtu lalu, pria bertubuh gempal itu mencetak empat gol saat menumbangkan menumbangkan Hull City 4-0.

Rooney menjadi striker paling on fire dan jadi Setan Merah yang paling marah di Inggris saat ini. Pria 24 tahun ini telah mencetak 19 gol di Premier League dan memimpin daftar top skorer. Total, Rooney telah mengemas 22 gol di semua ajang bersama Setan Merah. Kurang satu dari target Rooney untuk melampaui rekor golnya semusim.

Pujian pun datang dari berbagai pihak, termasuk Manajer Sir Alex Ferguson. "Ini lebih baik dari pada Sabtu lalu," puji Fergie.

"Saya tahu dia mencetak empat gol, tapi malam ini Rooney mengontrol jalannya pertandingan. Dan caranya bermain sangat fantastis. Secara keseluruhan, itu adalah penampilan yang indah, sangat berkelas," tambahnya.

Kemenangan itu membuat agregat kedua tim menjadi 4-3 untuk Setan Merah. Itu sekaligus jadi tiket Rooney dan kawan-kawan menuju Final Piala Liga di Wembley, 28 Februari 2010. MU akan mempertahankan trofi dari ancaman Aston Villa.

Setan Merah Berhati Biru


VIVAnews
By Edwan Ruriansyah, Zika Zakiya - Kamis, 28 Januari

VIVAnews - Meski seringkali dinobatkan sebagai pahlawan kemenangan Manchester United, Wayne Rooney ternyata menyimpan hati ke klub lain. Rooney menegaskan kalau hatinya masih milik Si Biru Everton, klub pertama yang dibelanya.

"Saya cinta Everton. Saya tumbuh mendukung Everton dan selalu ingin melihat mereka menang," kata pemain berusia 24 tahun itu kepada The Daily Star, Kamis 28 Januari 2010

The Toffees memang mematangkan cikal bakal Rooney seperti sekarang. Sejak berusia 17 tahun, ayah satu anak itu sudah membela Everton dengan gaji hanya 81 poundsterling per pekan (Rp 1,2 juta). Pada 2004, barulah Rooney pindah ke Manchester United dengan serentetan kontroversi.

Pasalnya, dulu Roo pernah menyatakan kalau 'sekali biru tetaplah biru.' Suatu analogi yang menegaskan kalau ia akan selamanya menjadi Evertonian dengan seragam kebanggaan warna biru.

"Dalam sepakbola, semuanya harus terus berjalan. Tapi, saya masih ingin Everton untuk menang, dan itu tidak akan pernah berubah," kata Rooney yang pernah melakukan tindakan kontroversial dengan mencium lambang MU ketika menghadapi Everton di musim 2008-2009.

"Semua keluarga saya fans Everton. Anak saya sudah punya seragam Everton sekarang. Everton tetap menjadi bagian besar dalam hidupku," tegasnya.

Meski berhati biru, tak bisa dipungkiri kalau Rooney adalah pemain penting buat Setan Merah. Pada pertandingan Kamis dini hari WIB, 28 Januari 2010, ia jadi aktor kemenangan 3-1 MU atas Manchester City di leg 2 semifinal Piala Liga di Old Trafford.

Kemenangan itu membuat agregat kedua tim menjadi 4-3 untuk Setan Merah. Itu sekaligus jadi tiket Rooney dan kawan-kawan menuju Final Piala Liga di Wembley, 28 Februari 2010. MU akan mempertahankan trofi dari ancaman Aston Villa.

Target Minimal 23 Gol

Penampilan gemilang itu merupakan lanjutan dari magis Rooney sebelumnya di Premier League. Sabtu lalu, pria bertubuh gempal itu mencetak empat gol saat menumbangkan menumbangkan Hull City 4-0.

Rooney menjadi striker paling on fire dan jadi Setan Merah yang paling marah di Inggris saat ini. Pria 24 tahun ini telah mencetak 19 gol di Premier League dan memimpin daftar top skorer.

Total, Rooney telah mengemas 22 gol di semua ajang bersama Setan Merah. Kurang satu dari target Rooney untuk melampaui rekor golnya semusim di semua ajang.

Pujian pun datang dari berbagai pihak, termasuk Manajer Sir Alex Ferguson. "Ini lebih baik dari pada Sabtu lalu," puji Fergie.

"Saya tahu dia mencetak empat gol, tapi malam ini Rooney mengontrol jalannya pertandingan. Dan caranya bermain sangat fantastis. Secara keseluruhan, itu adalah penampilan yang indah, sangat berkelas," tambahnya.

Mourinho Mulai Disenangi Lawan

VIVAnews
By Edwan Ruriansyah, Toto Pribadi - Kamis, 28 Januari

VIVAnews - Pada awal kedatangannya di Serie A, Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho sempat mendapat serangan dari para rivalnya. Salah satunya datang dari guru transfer Juventus, Luciano Moggi.

Pelan namun pasti, kini kapasitas Mourinho mulai diakui, termasuk oleh lawan-lawannya. Bahkan, Moggi kini balik memuji allenatore Inter itu. Moggi menilai The Special One sangat mirip dengan dirinya.

"Mourinho seorang komunikator besar. Saya suka dia karena dia melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan saat di Juventus, memperkeruh air," ujar Moggi seperti dilansir Tribal.

"Dia tidak akan menderita karena dia seorang pelatih yang menciptakan hasil," ujar tokoh utama skandal Calciopoli ini.

Hubungan Moggi dengan bekas klubnya, Juventus memang tak lagi harmonis. Moggi sering kali mengkritik kebijakan Juventus yang dianggapnya berperan besar terhadap anjloknya performa Si Nyonya Tua.

Salah satu di antaranya terkait pembelian pemain. Secara kontroversial, Moggi pernah berujar bahwa Juventus harus kembali ke era Calciopoli jika ingin kembali berjaya di Italia.

Tawaran Birmingham untuk Pavlyuchenko Ditolak


VIVAnews
By Edwan Ruriansyah - Kamis, 28 Januari

VIVAnews - Tottenham Hotspur menolak uang 8 juta poundsterling yang disediakan Birmingham City untuk mendapatkan striker Rusia, Roman Pavlyuchenko. Spurs tampaknya minta tawaran itu dinaikkan.

Pasalnya, Spurs hampir pasti mendapat pengganti Pav. Striker Islandia yang pernah berkostum Chelsea, Eidur Gudjohnsen segera hadir di White Hart Lane.

Striker 31 tahun ini akan dipinjam Spurs dari klub Liga Prancis (Ligue1), Monaco. Gudjohnsen tinggal menyelesaikan tes medis.

Monaco sebenarnya masih mau menggaji Gudjhonsen 2,5 juta pounds. Tapi, Gudjohnsen merasa sudah tak cocok dengan Pelatih Guy Lacombe.

Gudjohnsen nyaris hinggap di West Ham United. Beruntung, Spurs bisa menyalip di saat-saat akhir.

Merasa disalip, West Ham menganggu striker Spurs lainnya, Robbie Keane. Striker Irlandia ini mengancam akan hijrah ke The Hammers jika jarang diberi kesempatan Manajer Harry Redknapp.

Fenomena itu memperkuat bergemingnya Spurs untuk mendepak Pavlyuchenko meski telah mencetak gol dalam laga Piala FA kontra Leeds United, akhir pekan lalu.

Supermarket di Inggris Larang Pembeli Berpiyama Belanja

detikcom

Dianggap tidak sopan dan mengganggu, supermarket di Inggris melarang pembeli berpakaian piyama untuk masuk. Pengumuman pelarangan mengenakan piyama terpasang di sebuah supermarket Tesco, yang terletak di kota St Mellons, daerah pinggiran Cardiff, ibukota Wales, Inggris.

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/1/2010), larangan ini diberlakukan setelah muncul keluhan dari para pelanggan supermarket. Para pelanggan seringkali merasa tidak nyaman saat ada pelanggan lain yang berbelanja dengan mengenakan piyama dan baju tidur.

"Untuk menghindari terjadinya penghinaan atau peristiwa memalukan bagi pengunjung lain, kami meminta setiap pelanggan untuk berpakaian pantas ketika mengunjungi toko kami (alas kaki harus selalu dikenakan dan tidak diperkenankan menggunakan baju tidur)," demikian bunyi peringatan yang menghiasi pintu masuk Tesco, yang merupakan retail terbesar di Inggris.

Meskipun hanya segelintir pelanggan yang diketahui pernah mengenakan piyama saat berbelanja, namun juru bicara Tesco mengatakan, hal tersebut sudah cukup untuk menjadi patokan perusahaan dalam menerapkan larangan tersebut.

"Kami bukan klub malam dengan ketentuan dress code yang ketat, celana jins dan sepatu olahraga tentu saja masih diperbolehkan," ujarnya.

"Kami melakukan permintaan pelanggan untuk tidak berbelanja dengan piyama atau baju tidur... Kami hanya mendengarkan keluhan pelanggan yang merasa tidak nyaman dan malu dengan hal tersebut," imbuh dia.

Obama Yakin Akan Keberhasilan AS Dalam Perang Afghanistan & Al Qaeda

detikcom
detikcom - Kamis, 28 Januari

Presiden AS Barack Obama yakin akan keberhasilan AS dalam perang Afghanistan dan perang melawan jaringan teroris Al Qaeda. Obama juga mengatakan bahwa dirinya menepati janji kampanyenya untuk mengakhiri perang di Irak dengan menarik pasukan tempur AS dari negeri itu pada akhir Agustus mendatang.

Hal itu disampaikan Obama dalam pidato kenegaraan tahunan Obama di depan anggota Kongres AS di Gedung Capitol Hill, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (28/1/2010).

"Pada setahun terakhir, ratusan pejuang Al Qaeda dan afiliasi, termasuk banyak pemimpin senior, telah ditangkap atau terbunuh -- jauh lebih banyak daripada tahun 2008," kata Obama.

"Di Afghanistan, kita meningkatkan pasukan kita dan melatih Pasukan Keamanan Afghan supaya mereka bisa mulai memimpin pada Juli 2011, dan pasukan kita bisa mulai pulang," ujar Obama dalam pidatonya.

Obama sebelumnya telah mengumumkan akan mengirimkan pasukan tambahan sebanyak 30 ribu prajurit ke Afghanistan. Namun Obama juga mengindikasikan bahwa pasukan akan mulai dipulangkan ke tanah air setelah 18 bulan.

Dalam pidato kenegaraannya, Obama juga berjanji akan mengakhiri perang Irak. "Sebagai kandidat, saya telah berjanji akan menghentikan perang ini, dan itulah yang saya lakukan sekarang sebagai presiden... Jangan salah: perang ini segera berakhir dan semua pasukan kita akan pulang," tutur Obama.

Ini merupakan pidato kenegaraan tahunan pertama bagi Obama sejak menjadi presiden pada 20 Januari 2009 lalu.

Sebutan "Allah" Boleh Dipakai Umat Kristen

Restia Juwita
01/01/2010 12:04

Liputan6.com, Kuala Lumpur: Pengadilan di Malaysia, Kamis (31/12), memutuskan penganut agama Kristen memiliki hak konstitusional menggunakan kata "Allah", ketika merujuk pada Tuhan. Pengadilan Tinggi memutuskan, aturan pemerintah yang melarang bagi warga non-Muslim untuk menggunakan kata Allah adalah pelanggaran Undang-undang dasar.

Pengadilan mengambil keputusan ini atas gugatan The Herald, sebuah media publikasi milik gereja Katolik di Malaysia pada 2007. The Herald mengajukan gugatan setelah sempat diperintah untuk berhenti terbit karena menggunakan kata "Allah".

Pihak pemerintah Malaysia bersikeras Allah adalah kata yang hanya bisa digunakan umat Muslim. Wartawan BBC, Jennifer Pak, di Kuala Lumpur mengatakan beberapa kelompok Muslim curiga bahwa gereja Katolik berusaha mendorong agar umat Islam pindah menjadi Kristen, sebuah pelanggaran hukum di Malaysia.

The Herald mengatakan mereka sudah menggunakan kata itu selama puluhan tahun dan mereka punya hak yang dijamin konstitusi untuk melakukan hal tersebut. The Herald mengatakan keputusan ini akan menjadi hadiah tahun baru bagi sekitar 850 ribu penganut Katolik di Malaysia.

Lebih dari setengah penduduk Malaysia adalah Muslim tetapi sebagian besar dari masyarakat Cina dan India adalah penganut agama Kristen, Budha, atau Hindu.(YUS)

Hadapi Al-Qaidah, AS Bantu Intelijen Yaman

Liputan 6
Liputan 6 - Jumat, 29 Januari

Liputan6.com, Washington DC: Militer dan lembaga spionase Amerika Serikat memberi bantuan Intelijen kepada Yaman. Yakni, berupa pertukaran gambar satelit dan mata-mata serta informasi sensitif lainnya. Demikian dikatakan pejabat Gedung Putih di Washington DC, AS, belum lama berselang.

Bantuan tersebut dimaksudkan untuk membantu pasukan Yaman dalam melacak dan membunuh pemimpin Al-Qaidah di Semenanjung Arab . Namun, pihak Pentagon dan Pusat Intelijen AS (CIA) tetap merahasiakan program tersebut. Ini buat mencegah reaksi publik terhadap pemerintah Yaman. Karena selain Al-Qaidah, Yaman sedang menghadapi pemberontakan kelompok Syiah di utara dan gerakan separatis di selatan.

Program rahasia ini diluncurkan setelah ada usaha pengeboman pesawat AS di Detroit, pada Natal lalu. Usaha tersebut dilakukan warga Nigeria yang diduga dilatih oleh Al-Qaidah.

Sementara itu, Washington Post merilis bahwa Presiden Barack Obama secara pribadi menyetujui operasi gabungan yang dimulai enam pekan lalu dan menewaskan enam pemimpin lokal Al-Qaidah. Hanya saja, berita ini tidak segera mendapat tanggapan dari Pentagon dan CIA.

Namun juru bicara Pentagon, Geoff Morrell, justru memuji usaha Yaman dalam menghadapi ancaman Al-Qaidah dengan menyebut sebagai respons yang agresif dan kuat. Ia menambahkan, pihaknya akan terus membantu Yaman.(ANS)

Kepala Babi Dibuang ke Masjid di Malaysia

Liputan 6
Liputan 6 - Jumat, 29 Januari

Liputan6.com, Kuala Lumpur: Teror terhadap tempat peribadatan di Malaysia, belum berakhir. Setelah serangan terhadap gereja, kini giliran masjid dijadikan sasaran. Belum lama ini beberapa penggalan kepala babi dilaporkan dibuang ke sejumlah masjid di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Hal ini disampaikan Kepala Polisi Diraja Malaysia Musa Hassan kepada BBC, Rabu (27/1).

Musa mensinyalir insiden ini diduga berkaitan dengan serangan yang menimpa 11 gereja dan satu kuil Sikh dalam sepekan terakhir. Ketegangan antarumat beragama ini dipicu oleh putusan Pengadilan Tinggi Malaysia bulan lalu yang membolehkan surat kabar Katolik Roma bisa menggunakan kata Allah dalam edisi bahasa Malay untuk menggambarkan Tuhan umat kristiani. Padahal, kata Allah biasa digunakan umat Islam [baca: Sebutan "Allah" Boleh Dipakai Umat Kristen].

Terkait insiden itu, Menteri Dalam Negeri Hishammuddin Hussein bertekad menangkap aktor utama di balik insiden pembuangan kepala babi. Sang pelaku akan dituntut ke meja hijau.

Kepala Polisi Diraja Malaysia Musa Hassan menduga kuat serangan itu didanai kelompok yang sedang berusaha memperburuk ketegangan di Malaysia. Terlebih, selain didominasi kaum muslim, Malaysia juga dihuni etnis besar Cina dan India.

Musa Hassan mengungkapkan, satu kepala babi ditemukan di Masjid Taman Dato Harun. Sedangkan dua lainnya di dekat Masjid Al-Imam al Tirmizi, dekat dengan Kuala Lumpur. Babi selama ini dianggap najis oleh umat Islam, dan insiden ini dianggap sebagai penghinaan.(ANS)